Kau tahu? Tidak selamanya menjadi anak perempuan adalah sebuah berkah.
Bagi sebagian orang tua, kelahiran seorang anak dianggap sebagai mukjizat dan hadiah terindah dari Tuhan. Namun, itu bagi mereka. Bagiku? Ah, tidak usah ditanya. Sulit rasanya menyebut diriku sebagai berkah ketika aku lahir di keluarga yang serba kekurangan ini.
Kalau saja aku bisa berbicara langsung kepada Tuhan, mungkin aku akan meminta untuk dikembalikan saja. Dengan begitu, aku tidak perlu lahir di keluarga ini.
Bukan bermaksud durhaka atau tidak bersyukur. Hanya saja, aku hanyalah seorang gadis biasa berusia lima belas tahun, tetapi tanggung jawab yang kupikul sudah seperti milik seorang perempuan dewasa. Itu pun jika suatu hari aku benar-benar bisa menjadi perempuan karier.