Our Violet Cruise

Wachyudi
Chapter #5

My perfect guy

​Aku baru pulang setelah berkeliling "patroli" dari satu gerai Le Viral.id ke gerai Le Viral.id lain. Kegiatan yang sudah jadi rutinitasku sekarang ini sebagai owner dari resto bergaya modern-tradisionalku tersebut.

​Kulihat jam di tanganku yang menunjukkan sudah pukul tujuh malam ketika aku sudah sedang masuk pintu depan rumahku, disambut oleh Mbok Rum. Lalu kami berdua beranjak ke ruang tengah sementara Erik membawa mobil ke pelataran parkir kami. Biasanya setelah ini aku langsung masuk ke kamarku untuk memanjakan diri dengan berendam di bathtub berisi air hangat. Namun, sebelum sempat ke kamar, dari dalam ruang rekreasi terdengar sayup-sayup lagu Dressing Queen, Pink Velvet.

"Dressing Queen? siapa?" gumamku yang tiba-tiba diganduli rasa penasaran.

​Mungkin Marvellina pulang kali ya. Aku tahu kalau adikku itu diam-diam suka lagu-lagu kami, hanya jarang menunjukkannya saja. Tapi kenapa tidak ada kabar kedatangannya? Pulang mendadak pun harusnya ada kabar lah.

​Aku lantas melangkahkan kakiku menuju ke ruang rekreasi untuk melihat siapa yang sedang mendengarkan lagu Pink Velvet, sementara itu Mbok Rum melanjutkan menyimpan barang-barang bawaanku ke kamar.

​Dan di sana ia duduk sambil memandang layar televisi kami, dengan serius, benar, dengan amat sangat serius.

​"Ayank ... Dirga?" kupanggil namanya.

​Ia menoleh, agak setengah terkejut padaku yang baru datang.

​"Eh, Ayank ... baru pulang? maaf Dirga enggak kedengaran kayaknya ya?" jawabnya seraya mengulurkan tangan kirinya padaku memberikan sambutannya.

​Kujawab uluran tangannya lalu ditarik menuju pangkuannya sembari dihujani kecupan di kening.

​"Ayank tetap wangi ya meski baru pulang," ia lanjut mencium tengkukku membuatku merasa kegelian.

​"Iya dong. Eum, Dirga nonton Velvet?" tanyaku sambil menatap layar televisi di hadapanku yang saat ini menampilkan video dokumenter Pink Velvet saat tur konser promo album se-Jawa Barat.

​"Hmmm iya, dipikir-pikir belum pernah sih nonton semua video-videonya," jawabnya seraya merangkul pinggangku dari belakang dengan mesra.

​"Eum ... Ayank sudah nonton semua? termasuk edisi uncut dan behind the scene?" tanyaku yang agak penasaran dengan pendapatnya.

​Sesekali aku menoleh ke tayangan di televisi, yaaa kalau-kalau ada tingkahku yang terlihat kurang pas di video Pink Velvet lalu Dirga melihatnya.

​"Sudah, termasuk yang kolaborasi dengan artis luar negeri dari YouTube," jawabnya seraya menatap mataku, membuatku sedikit berdebar.

​"Terus?" aku bermaksud meminta tanggapannya.

Lihat selengkapnya