Aku baru pulang setelah berkeliling "patroli" dari satu gerai Le Viral.id ke gerai lainnya. Kegiatan yang sudah menjadi rutinitas harian sekarang sebagai pemilik dari resto bergaya modern-tradisional tersebut.
Kulihat jam di tanganku menunjukkan pukul tujuh malam saat aku melangkah masuk ke pintu depan rumah, disambut oleh Mbok Rum. Kami berdua beranjak ke ruang tengah, sementara Erik membawa mobil ke pelataran parkir. Biasanya setelah ini aku langsung masuk ke kamar untuk memanjakan diri dengan berendam di bathtub berisi air hangat. Namun, sebelum sempat ke kamar, dari dalam ruang rekreasi terdengar sayup-sayup lagu Dressing Queen milik Pink Velvet.
"Dressing Queen? Siapa?" gumamku yang tiba-tiba diganduli rasa penasaran.
Mungkin Marvellina pulang kali, ya. Aku tahu adikku itu diam-diam suka lagu-lagu kami, hanya saja ia jarang menunjukkannya. Tapi kenapa tidak ada kabar? Pulang mendadak pun harusnya memberi kabar, lah.
Aku lantas melangkahkan kaki menuju ruang rekreasi untuk melihat siapa yang sedang mendengarkan lagu Pink Velvet, sementara Mbok Rum lanjut menyimpan barang-barang bawaanku ke kamar.
Dan di sana ia duduk sambil memandang layar televisi kami dengan serius. Benar, dengan amat sangat serius.
"Ayank ... Dirga?" kupanggil namanya.
Ia menoleh, agak terkejut mendapati aku yang baru datang.
"Eh, Ayank ... baru pulang? Maaf, Dirga tidak dengar sepertinya, ya?" jawabnya seraya mengulurkan tangan kiri, memberikan sambutan hangat.
Kusambut uluran tangannya, lalu ia menarikku menuju pangkuannya sembari menghujani keningku dengan kecupan.
"Ayank tetap wangi ya, meski baru pulang," lanjutnya sambil mencium tengkukku, membuatku kegelian.
"Iya, dong. Eum, Dirga nonton Velvet?" tanyaku sambil menatap layar televisi yang saat ini menampilkan video dokumenter Pink Velvet saat tur konser promo album se-Jawa Barat.
"Hmmm, iya. Dipikir-pikir, Dirga belum pernah nonton semua videonya," jawabnya seraya merangkul pinggangku dari belakang dengan mesra.
"Eum ... Ayank sudah nonton semua? Termasuk edisi uncut dan behind the scene?" tanyaku, penasaran dengan pendapatnya.
Sesekali aku menoleh ke tayangan televisi; yaaa, kalau-kalau ada tingkahku yang terlihat kurang pas di video Pink Velvet lalu Dirga melihatnya.
"Sudah, termasuk yang kolaborasi dengan artis luar negeri dari YouTube," jawabnya seraya menatap mataku, membuatku sedikit berdebar.
"Terus?" aku bermaksud meminta tanggapannya.