Our Violet Cruise

Wachyudi
Chapter #11

Man To Man Business

"Hei, cowok-cowok ganteng... kalian mau minum apa?" tanya Daniella pada kami berdua.

​"Burgundy, Ma Belle. Aku mau segelas saja dengan zaitun," jawab Tuan Reginald santai.

​"Ouais non, Papa! Smoothies à la banane et yaourt," ujar Daniella tegas, membatalkan pesanan ayahnya demi kesehatan.

​"Dirga apa, Yank?"

​"Mau cola pakai es, segar sepertinya," jawabku.

​"Ini lagi! Kelapa muda dan susu almond ya!" ralat Daniella mutlak, lalu ia berbalik menuju kafe.

​Ia tampak sangat mempesona mengenakan setelan golf serba putih dengan sentuhan violet di topinya. Rambut high ponytail-nya bergerak lincah, mengundang banyak pasang mata untuk melirik. Risiko punya istri cantik, batinku.

​"Lalu kenapa juga dia bertanya kalau akhirnya dia sendiri yang menentukan? Dasar wanita!" gumam Tuan Reginald heran.

​"Haha, dia memang garis keras kalau soal asupan sehat, Sir," jawabku.

​Tuan Reginald mengambil posisi. Sebuah tee shot yang cantik meluncur dari stiknya, membuatku berdecak kagum.

​"Anda sangat mahir, Sir," pujiku.

​"Sekali seminggu, Dirga boy. Kerja sama bisnis sering dilakukan di lapangan golf. By the way, pakai bahasa Indonesia saja, aku suka bicara bahasa Indonesia," ujarnya. Aku ingat kata Daniella, bahasa Indonesia adalah jembatan kenangan antara Tuan Regi dan mendiang istrinya, Bu Adellina.

​"Omong-omong soal bisnis, RAGE itu bergerak di bidang apa, Sir?" tanyaku sambil mengambil giliran memukul. Aku membidik hole dan memberikan tee shot terbaikku. Wuuussh! Sebuah par yang mulus.

​"Bidikanmu bagus, Dirga boy."

​"I'm the best, Sir," jawabku penuh percaya diri, dibalas anggukan mantap darinya.

Lihat selengkapnya