Our Violet Cruise

Wachyudi
Chapter #12

I Wan't It And I Insist'!

​Daniella dan aku sedang dalam perjalanan pulang dari LeViral.id Plered ketika ia melontarkan permintaan yang tak terduga.

​"Ayank masih rajin latihan menembak tidak kalau di markas?" tanyanya sambil menoleh dan tersenyum manja.

​"Masih. Dirga anggota khusus, kemampuan harus tetap diasah agar tidak tumpul," jawabku lugas.

​"Di sana jadi pengajar juga?" tanyanya sambil membuka layar iPhone-nya.

​"Iya, Dirga ditunjuk jadi instruktur untuk melatih yang muda-muda."

​"Memang Ayank merasa sudah tua?" Ia tersenyum lebar menggoda.

​"Haha, ya sadar diri saja sudah kepala tiga," jawabku santai.

​"Euum, Ayank..." Ia memanggil dengan nada yang sangat kukenali. Nada 'ada maunya'.

​"Kenapa, nih? Biasanya kalau begini mau minta sesuatu," ucapku, sudah hafal aturan mainnya.

​"Hehe, pinter ciiih... Iya, betul. Ayank, mau dong Ella diajari menembak," ucapnya.

​Wah. Aku sudah sedikit memperkirakan arah pembicaraan ini, tapi tetap saja aku merasa belum yakin. "Oh, hmmm... buat apa, Yank?"

​"Ya agar bisa saja, kan untuk jaga diri," jawabnya enteng.

​"Tanggung jawabnya besar, lho. Harus lulus tes kesehatan mental juga kalau mau diizinkan pegang senjata api," kujelaskan prosedurnya, berharap ia sedikit gentar.

​"Boleh, tidak apa-apa kalau harus tes. Mau ya mengajari istrinya? Ella mau diajari oleh the best," Ia menatap mataku dalam-dalam sambil menyentuh tanganku yang sedang menyetir.

​"Tidak usah deh, Yank. Kan ada Dirga yang jaga," jawabku masih keberatan.

​"Dih, kan Ella juga kadang menyetir sendiri. Kalau dibegal bagaimana?" ia berargumen.

​"Mending jangan keluar mobil, kunci pintu, lalu telepon polisi atau Dirga. Mobil Ayank kan bulletproof," balasku logis. Secara taktis, keluar kendaraan untuk menodongkan senjata saat dibegal justru sangat berisiko bagi warga sipil.

​"Huft... kok tidak mau mengajari sih?" ucapnya kesal.

Lihat selengkapnya