Our Violet Cruise

Wachyudi
Chapter #13

Bad Blood Acquaintance

​Hari ini aku harus menghadiri acara Bakti Persit Kartika Chandra Kirana. Agenda sosialnya mulia: santunan anak yatim dan operasi katarak gratis. Sebagai istri prajurit, ini adalah bagian dari duniaku sekarang. Pagi itu, di depan cermin, aku masih sibuk mematut diri.

​"Bagus tidak Ella pakai kerudung?" tanyanya, sedikit sangsi karena aku jarang sekali berhijab di keseharian.

​"Cantik," jawab Dirga singkat sambil mengacungkan jempol.

​"Serius, Ayank? Tidak percaya diri, nih," tuntutku, butuh validasi lebih dari sekadar jempol.

​"Ayank cantik, serius," jawabnya dengan senyum tulus yang membuatku tenang. Ia sendiri tampak sangat gagah dengan seragam harian TNI AD-nya. Wibawanya sebagai instruktur artileri benar-benar terpancar.

​"Ayank juga gagah banget. Suka," bisikku sambil merapikan kerah bajunya.

​Kami berangkat pukul 06.20 WIB agar tidak terlambat. Bagiku, terlambat adalah hal yang haram. Never in my life.

​Sesampainya di aula, Dirga mengecup pipiku setelah aku menyalami punggung tangannya. "Hati-hati ya, kabar-kabari," ucapku pelan. Ia mengangguk, memberikan senyum khasnya yang selalu kurindukan, lalu berlalu menuju markas di Pilang.

​Aku masuk dan segera berbaur. Sebagai salah satu anggota termuda, aku berusaha menempatkan diri sesopan mungkin. Aku cukup dekat dengan beberapa pengurus seperti Mba Nana dan Bu Ayunda. Pagi itu, aku diminta membantu di meja tamu bersama Bu Ayunda.

​"Wah, kalau Ella yang jaga di depan, suasananya jadi segar," goda Bu Ayunda. Kami pun kompak menyambut para undangan dengan ramah. Namun, suasana berubah saat Bu Ayunda harus pindah tugas dan posisinya digantikan oleh seorang ibu bernama Rara—istri dari Pak Wawan.

Lihat selengkapnya