Kami mulai menyanyikan lagu itu.
Tidak ada musik.
Tidak ada panggung.
Tidak ada suara yang sempurna.
Hanya kami.
Keluarga yang berdiri di sekitar tempat tidur seorang suami, seorang ayah, dan seorang Papa.
Kami menyanyikannya perlahan.
Satu kali.
Papa tetap diam.
Kami menyanyikannya untuk kedua kalinya.
Saya melihat wajahnya.
Kemudian kami menyanyikannya untuk ketiga kalinya.
Saya menggenggam tangan Papa.