Suatu senja menjelang malam di Jalan tol Cipularang sekitar Jatiluhur, terjadi suatu kecelakaan tunggal. Sebuah mobil mini bus oleng ketika melaju kencang di jalanan. Mobil itu lalu menabrak pagar pembatas jalan, kemudian berguling-guling diatas tanah berumput hingga akhirnya berhenti dengan keadaan rusak parah.
Seorang pria paruh baya berusaha keluar dengan susah payah dari mobil yang ringsek itu. Ia mengenakan setelan baju safari yang lusuh, kotor dan sobek di beberapa bagian. Kepala dan tangannya berlumuran darah akibat luka. Pria berjanggut itu berusaha keluar dari kabin tengah dengan melewati jendela mobil yang kacanya sudah pecah.
Setelah berhasil merangkak keluar, dia kemudian duduk diatas tanah berumput sambil memandangi kondisi mobilnya yang rusak parah. Tampak sopir dan seorang perempuan yang duduk disebelahnya tak sadarkan diri. Kondisi mereka tak kalah mengenaskannya dengan pria itu. Sambil menghela napas dan menenangkan diri, pria itu pun menunggu pertolongan datang dari petugas jalan tol dan kepolisian.
Tak lama berselang, tiba-tiba tanah di sekitar dimana dirinya duduk bergetar, lalu bergerak seperti ada sesuatu yang akan keluar dari dalam tanah. Pria paruh baya itu pun kaget, ia merangkak untuk menjauhi tanah yang bergejolak. Akhirnya permukaan tanah itu meletup hingga membentuk suatu lubang yang menyerupai sumur. Lalu keluarlah sesosok mahluk mengerikan dari dalam lubang yang tercipta itu. Sosok itu berwujud manusia tengkorak yang memiliki tinggi sekitar dua meter. Mahluk itu mengenakan sebuah jubah berwarna hitam yang bertudung. Dia adalah Siluman Tengkorak. Mahluk itu kemudian menoleh ke arah dimana pria itu berada. Dia memandang tajam ke arah pria itu dengan sorot matanya yang berwarna merah menyala. Siluman Tengkorak itu kemudian berjalan menghampiri pria itu,. Alangkah terkejutnya pria paruh baua itu ketika melihat Siluman itu mendekatinya. Sontak, ia langsung berlari sambil ketakutan memasuki areal perkebunan yang berada di tepi jalan tol. Pria itu berlari dengan memanfaatkan sisa-sisa tenaga yang ada dalam dirinya yang terluka cukup parah. Dia melewati pohon-pohon yang menjulang tinggi dengan langkah tergopoh gopoh. Tiba-tiba kakinya tersandung pada akar pohon yang melintang hingga ia pun jatuh ke dalam tumpukan dedaunan kering sampai terkubur.
Tak lama berselang. Siluman Tengkorak mendekati tempat dimana pria itu terjatuh. Melihat Siluman Tengkorak itu yang mendekatinya, sang pria memilih untuk tidak bergerak dan membiarkan dirinya tetap tersembunyi di balik tumpukan daun kering. Suara hentakan langkah kaki Siluman Tengkorak semakin mendekat, jantung pria itu pun semakin berdegup kencang. Siluman itu pun akhirnya menghentikan langkahnya tepat disamping pria itu terkubur dedaunan kering. Laju napas semakin meningkat, pria itu berusaha tetap mengatur napasnya agar tidak terdengar oleh siluman itu sambil berharap agar mahluk mengerikan itu segera pergi. Suara tarikan napas Siluman Tengkorak terdengar sangat mengerikan seperti geraman harimau. Siluman itu meraba-raba permukaan tanah di sekitar pria itu guna mencari jejak. Pria itu semakin tegang ketika jari-jari siluman itu meraba bagian perutnya yang tertutup daun kering. Tiba-tiba terdengar suara burung gagak dari kejauhan, siluman tengkorak itu kemudian terdiam, lalu berdiri sambil meihat-lihat kondisi sekitarnya. Tak lama berselang, dia pergi menjauhi pria itu menuju tempat dimana suara burung gagak itu berasal.
Malam pun mulai menjelang, cahaya matahari tenggelam di balik gunung-gunung yang menjulang tinggi mengelilingi kawasan itu. Setelah merasa aman, pria itu kemudian bangkit dari persembunyian. Dia bermaksud untuk kembali ke tempat dimana mobilnya berada dan berharap tim penolong sudah berada di tempat itu untuk mengevakuasi kendaraan dan korban lainnya.
Pria itu kembali berjalan menyusuri kebun dangan penuh kewaspadaan akan kehadiran siluman tengkorak itu lagi. Tak lama berselang, akhirnya dia kembali tiba di areal tepi jalan tol dimana mobilnya berada. Dia melihat sosok seorang wanita berambut panjang hitam terurai dengan memakai baju gaun putih panjang tengah melihat-lihat mobilnya. Sontak, pria itu langsung berlari menghampirinya sambil teriak.
“TOLOOONG.....TOLOONG SAYA MBAK!!.....” teriak pria itu
“Iya pak...ada yang bisa saya bantu??” jawab wanita itu sambil menoleh ke arah pria itu sambil tersenyum.
“Saya korban kecelakaan mobil ini mbak...tolong! masih banyak orang yang terjebak di dalam mobil...terus mbak! saya juga tadi dikejar oleh setan tengkorak...besar banget” ucap pria itu dengan napas yang masih terengah-engah.
“Oohhh begitu...hihi, mereka gak usah saya tolong pak, saya tidak ada urusan dengan mereka...urusan saya yah sama bapak ini” jawab wanita itu dengan santai.
“Gila kamu yah! cepetan tolong mereka! nanti bisa keburu mati” bentak pria itu ngegas.
"Mereka semua masih hidup pak, tenang aja......justru Bapak yang udah meninggal” kata wanita itu.
“APA MAKSUD KAMU..!!! JUSTRU AKULAH YANG BERHASIL SELAMAT DAN KELUAR DARI MOBIL RINGSEK ITU..!!!” pria itu naik pitam.
“Sebaiknya Bapak ikut saya....saya akan buktikan”
Wanita itu kemudian mengajak sang pria paruh baya mendekati mobil yang ringsek. Ia kemudian membuka pintu mobil yang penyot untuk memperlihatkan sesosok mayat yang terjepit oleh jok mobil. Mayat itu tampak sangat mengenaskan dengan kepala yang tertancap sebuah batang besi.
“Itu adalah mayat Bapak ! coba deh liat sama Bapak!” ujar wanita itu.
Pria itu melihat mayat itu dengan seksama, ia akhirnya menyadari jikalau mayat itu memang dirinya. Pria itu pun langsung shock dan jatuh terpuruk diatas tanah. Dia menangis karena tidak percaya dengan apa yang sudah menimpa dirinya. Wanita itu kemudian membantunya dengan memberi air minum. Pria itu langsung menyambarnya.
“Kamu ini sebenarnya siapa? Apakah kamu ini malaikat pencabut nyawa?” tanya pria itu dengan badan gemetar.
“Bukan pak hihihihi” jawab wanita itu dengan tersenyum.
“Lalu kamu siapa?” tanya pria itu lagi.
“Aku cuman arwah penasaran pak...kebetulan saya lagi kerja disini”
“Apa kamu sejenis Kuntilanak?”
“Mmm... bisa dibilang begitu..hihihihi”
“Tadi kamu bilang punya urusan dengan saya... maksudnya apa? Terus tadi aku dikejar sama tengkorak gede banget”
“Iya betul pak, saya punya urusan sama bapak, tapi pertama-tama kenalkan, nama saya Bendoro dan tengkorak yang mengejar Bapak tadi adalah temen saya, namanya Kondar...dia emang Siluman Tengkorak...maksud saya bertemu Bapak disini adalah untuk menagih utang ke Bapak berupa nyawa Bapak itu sendiri” jelas Bendoro.
“Utang apa...?...aku tidak punya utang nyawa ke siapapun?” sanggah pria itu dengan nada meninggi.