Pagi menyambut setiap insan yang kala itu masih terbuai mimpi. Sinar matahari mulai merebak dari balik gunung Tangkuban Perahu, mengusir semua kegelapan yang menyelimuti Kota Bandung.
Asnawi dan Hayati masih terlelap dalam buaian empuknya kasur yang tebuat dari kunpulan bulu unggas. Mereka tidur dalam posisi saling berpelukan. Kepala Hayati berada di atas dada Asnawi.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, Asnawi langsung terbangun karena kaget. “Siapa yah....?” Asnawi bertanya kepada orang yang mengetuk pintu.
“Ini sama Ibu...mau nagih uang kost!!” sahut Ibu kost menjawab pertanyaan Asnawi.
Asnawi segera beranjak dari tempat tidur, ia menggeser kepala Hayati yang masih terlelap dari bahunya ke bantal, kemudian menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut untuk menyembunyikannya dari Ibu Kost bila masuk ke kamarnya. Kemudian setelah itu, Asnawi langsung menghampiri pintu dan membukanya.
“Eh..Pagi bu!...heheh...maaf aku baru bangun, semalem abis begadang ngerjain tugas” sapa Asnawi.
"Kamu tidur pake jaket tebel Nawi? Apa gak salah? " Ibu Kost merasa heran dengan penampilan Asnawi yang janggal.
"Oh... Aku lagi meriang bu, kebanyakan begadang" Asnawi pura pura terlihat mengigil.
"Oh oke atuh Asnawi kamu lanjut istirahat aja kalo lagi meriang, maaf yah ibu gak tau kalo kamu masih lagi sakit, biasanya kamu mah subuh suka udah bangun dan pergi ke masjid..hehehe”
“Gak apa kok bu...nggak ngeganggu hehehe, ini bu uang kosan bulan ini” sanggah Asnawi sambil menyerahkan sejumlah uang kepada Ibu Kost untuk membayar sewa kamarnya.
“Wah...makasih banget yah Wi! Ibu terima yah uangnya"
"Iya bu... Sama sama"
"Eh iya...ngomong-ngomong nak Hayati kemana yah? kok Ibu udah lama gak ngeliat” tanya Ibu Kost
“Euuuhhhh???.....ada bu, dia lagi sibuk kerja..hehehehe” jawab Asnawi yang mengarang cerita.
“Oohh mandiri banget yah pacarmu hehehe” sahut Ibu Kost.
Tiba-tiba Hayati terbangun, dia bangkit dari tempat tidur, lalu membuka selimut yang menyembunyikan tubuhnya. Dia lalu menggeliat sambil membetulkan bajunya yang kusut. Hayati melihat Asnawi sedang berdiri di pintu yang terbuka sedikit.
“Pagi Mas Nawiku tercinta....hehehe” sapa Hayati.
Sontak Asnawi langsung kaget melihat Hayati yang muncul dari balik selimut dalam keadaan menampakan diri. Dia deng anspontan langsung keluar dan mengunci pintu.
“Loh Nawi, kamu kenapa? Ujug-ujug keluar kamar ?” Tanya Ibu Kost yang kaget melihat tingkah laku aneh Asnawi.
“Gak apa apa bu, aku lupa sekarang harus ke laundry ngambil cucian baju yg kemaren, aku pergi dulu yah! assalamualaikum” Asnawi langsung salim ke Ibu Kost lalu pergi meninggalkannya sendirian dalam kebingungan.
Asnawi pergi ke laundry untuk mengambil hasil cucian baju gaun kuntilanak milik Hayati yang sudah diperbaiki bagian punggungnya. Sambil berjalan kaki menuju tempat laundry yang letaknya tidak jauh dari tempat kostan nya, Asnawi kembali memikirkan dirinya yang sudah tidur sambil berpelukan mesra dengah Hayati semalam. Dia merasa sangat bahagia karena untuk pertama kali dia tidur berpelukan dengan Hayati. Walaupun sebenarnya dirinya tidak pernah tahu kalau selama ini Hayati selalu memeluknya ketika tidur untuk menghisap energi kehidupannya.
Setelah mengambil baju dari Laundry, Asnawi kembali pulang menuju kamar kost. Begitu membuka pintu, dia melihat Hayati yang masih berbaring di tempat tidur sambil malas-malasan.
“Pagi mas ku!!...abis darimana? Kok tadi langsung kabur aja” sapa Hayati.
“Pagi kunti cantikku....aku abis dari laundry nih, ngambil baju kunti milikmu...maafin aku yah tadi langsung nutup pintu dan kabur, soalnya di depan ada Ibu Kost...aku takut dia liat kamu tidur di kamarku, kan bisa berabe...hehehe” jawab Asnawi sambil membuka jaket, kemudian menggantungkannya di gantungan balik pintu.
Asnawi duduk diatas karpet lalu membuka sebuah bungkusan yang berisi baju gaun putih Hayati yang sudah bersih dan tampak seperti baru lagi.
"Waah bajuku udah bagus lagi mas...hehe” ungkap Hayati yang kegirangan.
"Iya dong... udah kaya baru lagi....nih mau dipake!” sambung Asnawi.
Hayati kemudian mengambil baju itu dan mengkibas-kibaskannya di udara. Tak lama berselang Hayati langsung membuka baju tidurnya di depan Asnawi untuk berganti baju.
“ADUH....HAYATI!!....kenapa maen buka baju di depanku?” bentak Asnawi yang kaget sambil memalingkan mukanya dari Hayati.
“Gak papa dong mas...kan kita udah resmi pacaran...hehehe kamu gak usah malu... Hihihi” jawab Hayati dengan santai sambil memakai pakaian dalamnya lalu kemudian memakai gaun putih itu.
“Yaah....walaupun begitu, bukan berarti kamu bebas buka-bukaan di depan aku dong, aku tuh lagi berusaha tobat, aku gak mau lagi liat liat cewek telanjang!” tegas Asnawi.
“hihihihi yaudah, mas tinggal tutup mata aja dong, gitu aja kok repot......aku udah beres nih pake bajunya”
Asnawi kemudian berpaling lagi ke arah Hayati. Dia langsung takjub melihat Hayati memakai gaun putih itu. Ia terlihat sangat cantik dan seksi, ditambah hiasan bros bermata biru di bagian dada, menambah penampilannya makin sempurna.
"Kamu cantik banget sayang! Subhanallah....sekarang punggung kamu udah gak bolong lagi yah semenjak ngalahin Wewe Gombel” Asnawi memuji kecantikan Hayati.
“Makasih mas ku, punggungku kembali normal gara-gara dikasih saripati Wewe Gombel dari para kunti itu bahkan sekarang aku bisa menampakan diri sangat lama tanpa harus kehabisan energi”
"Hebat banget yah kekuatan Wewe Gombel bisa nyembuhin lukamu...terus aku perhatiin juga mata kananmu sekarang udah gak copot-copot lagi yah?”
"Iya mas, aku juga baru ngeh lho hihihi.. .berarti aku gak musti pake kacamata lagi dong”
"Tidak bisa kunti cantikku!! kamu harus tetep pake kacamata! soalnya aku suka banget liat kamu pake kacamata..heheheh”
“Ihh mas ku...mas ku...tapi kan kacamata nya udah ancur pas aku berantem sama Wewe Gombel”
“Kaleemmm....aku beliin lagi kacamata yang baru hehehe”.
Hayati kemudian duduk kembali di atas ranjang sedangkan Asnawi duduk di bawah sambil menyandarkan punggungnya di kaki Hayati. Ia duduk berselunjur dengan menempatkan kepalanya berbaring diatas paha Hayati sambil menikmati pijatan kepala.