Asnawi berjalan sempoyongan keluar dari ruangan itu, dengan napas terengah-engah dan keringat yang bercucuran deras. Rasa sakit dan ngilu yang yang dirasakan pada bagian selangkangan akibat tendangan kung fu ala Cascade, membuat dirinya hampir pingsan. Rasanya bagaikan tulang rusuk remuk dan jantung pecah. Dia menyusuri koridor yang gelap untuk mencapai tangga menuju aula besar di lantai empat. “FUCK YOU Cascade!!!.....teganya lu nendang kantong menyan gue, terus ninggalin gue sendirian” gumam Asnawi dalam hati.
Sekitar jam lamanya Asnawi meninggalkan Hayati di aula besar, Asnawi terlalu lama terkapar ketika menerima tendangan maut dari Cascade sehingga terlambat untuk kembali kepada Hayati. Ia berjalan perlahan menuju aula untuk mengajak Hayati pulang. Melihat jam tangan yang sudah menunjukkan pukul 11:30, Asnawi menjadi khawatir karena teralu lama meninggalkan Hayati. Dirinya sangat takut kalau Hayati akan didekati oleh cowok-cowok lain. Asnawi kemudian mempercepat langkahnya. Ruang aula waktu itu semakin penuh sesak dengan orang-orang yang berjingkrak-jingkrak mengikuti alunan musik elektro, Asnawi langsung terhenyak ketika melihat Hayati yang tengah duduk di kursi dengan dikerumuni oleh cowok-cowok yang berusaha untuk berkenalan dengannya. Asnawi melihat pemandangan itu seperti adegan awal film bokep.
“Woy!!!!...bubar!!..bubar!!...ngapain lu pada godain cewek gue!!!” teriak Asnawi dengan emosi. Para cowok itu bukannya takut dengan teriakan Asnawi tetapi malah menantang balik. Mereka tak percaya kalau Hayati adalah pacar Asnawi. Beberapa orang mulai menghampiri Asnawi dengan tampang songong seperti menantang untuk berkelahi, apalagi beberapa dari orang-orang itu tengah dalam keadaan mabuk.
Hayati kemudian langsung beranjak dari tempat duduknya, lalu berlari menghampiri Asnawi. Ia memeluk dan menciumi pipi Asnawi di depan cowok-cowok itu. " Cowok ini pacarku loh, maaf yah mas-mas! aku nggak bisa melayani kemauan kalian...dadah!!!” Hayati berjalan sambil menarik Asnawi menuju keluar aula.
“Mas ngapain aja sih sama Cascade? kok lama banget ? hampir aja aku tadi diapa-apain sama cowok-cowok mabuk itu”
“Maafin aku Hayati, tadi ada berita penting dari Cascade tentang kamu, ayo kita ngomong nya sambil jalan jalan diluar aja!! sambil keliling kampus cari udara segar.”
Mereka pergi meninggalkan dari gedung fakultas, lalu berjalan kaki mengelilingi areal kampus yang sangat luas. Asnawi hampir saja dikeroyok oleh orang-orang mabuk itu, tetapi beruntung Hayati langsung menghampirinya untuk meredam emosi mereka. Di tengah jalan sepi yang membelah areal kampus, mereka mulai saling berbicara.
“Mas mau ngomong apa? aku juga punya berita penting buat mas nih dari adik kamu”
“Dari Merry maksudnya?”
“Iya mas, tapi kamu dulu deh yang ngomong duluan, aku penasaran sama Cascade”
“Okeh...Hayati, ternyata Cascade sudah tau kalo kamu itu kuntilanak, dia itu ternyata anak indigo, dia punya kekuatan untuk melihat masa lalu dan bisa melihat semua jenis mahluk halus”
“Oalaaaah gitu mas?...waduh pantesan aja dari pas kenalan tadi aku curiga banget sama dia”
“Iya sayangku, aku juga baru tau tadi lho...hmmmm seumur-umur aku kenal sama dia bahkan sampai deket banget, ternyata...dia merahasiakan hal itu dariku”
“Namanya juga manusia mas, selalu banyak rahasianya...aku tuh tadi juga curiga kalo Cascade itu adalah pemburu hantu”
“Maksudmu pemburu hantu itu apa Hayati?”
“Pemburu hantu adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan khusus untuk mengusir atau melenyapkan mahluk halus sepertiku ini, para pemburu biasanya bekerja untuk orang-orang yang mengadakan perjanjian pesugihan dengan para siluman, tugas mereka adalah mencegah setan-setan debt collector untuk mengambil nyawa si pembuat perjanjian, dulu aku sering banget bertarung sama mereka mas!”
“Emang menurutmu Cascade tipe orang kayak gitu?”
“Aku nggak yakin juga sih mas....tapi tanda segitiga yang ada di tangan Cascade itu adalah kunci untuk membuka gerbang dimensi kelima, dimensi dimana disana tempat seperti penjara bagi mahluk-mahluk gaib...selain itu tanda segitiga itu bisa memanggil semua mahluk halus kapanpun dan dimanapun”
“Aah...bukannya itu cuman tato biasa?”
“Enggak mas ku, aku hampir lima kali terhisap ke dimensi kelima ketiak bertarung sama orang yang punya tanda itu... tapi untungnya temanku selalu berhasil menyelamatkanku”
“Tapi kamu tenang aja Hayati,Cascade tuh orangnya baik banget...dia nggak akan menghisap kamu kok, aku jamin!”
Mereka berjalan menuju sebuah taman yang berada di tengah areal kampus. Ditengah taman terdapat sebuah kolam kecil yang dilengkapi dengan air mancur. Mereka kemudian duduk di sebuah bangku yang terbuat dari besi dan mengahadap ke kolam itu, lalu melanjutkan obrolannya disana.
“Oh iya tadi kamu bilang ada berita penting dari Merry.....apa yah?”
“Tadi pas kamu lagi pergi sama Cascade, aku mutusin enggak jadi ikut disko bareng Eka, jadi aku duduk...lalu aku ngobrol bareng sama adik mas yang lagi bengong sendirian....hmmmm !! sepertinya sekarang aku tau tujuan mas mengajakku kesini yah...mas mau balas dendam sama Merry kan? Ayo ngaku!! dia bukan adikmu yah?”
“Hmmmm...iya deh aku ngaku...dia bukan adikku...dia adalah mantan gebetanku dulu...kenapa aku mau balas dendam?...karena aku sakit hati banget sama dia.....aku ingin membuat dia menyesal karena menolakku dulu dengan ngeliatin kamu sebagai pacarku”
“Kalo gitu selamat yah mas !!...kamu berhasil dengan misi itu, dia sangat menyesal, patah hati dan menangis ketika ngobrol sama aku tadi, aku jadi ikut ngerasa berdosa sama dia mas, seandainya aku tau kamu bakal gitu, aku akan menolak untuk ikut mas kesini”
“Maafin aku Hayati, aku nggak bermaksud membuat kamu berdosa...aku menyesal udah manfaatin kamu”
“Nggak apa apa mas...kamu nggak usah minta maaf sama aku tapi minta maaf lah sama Merry, karena mas udah menyakiti hatinya”
“Emang kenapa aku harus minta maaf sama dia? bukannya kita udah impas sama-sama sakit hati?”
“Aku tau mas, alasan kenapa dia menolak mas dulu...dia tadi bilang sama aku”
“Emang kenapa?.......bukannya dia nggak cinta sama aku, dia cuman manfaatin aku?”
“Kamu salah besar mas ku ! sebenernya dia sangat mencintai mas sejak pertama kali ketemu pada saat penyambutan mahasiswa baru, katanya mas itu baik, peka, dan selalu komit pada janji....mas itu tipe cowok idamannya”
“Hmmmmm...terus kalo dia cinta kenapa musti nolak pas aku tembak?”
“Dia nolak mas, karna dia merasa nggak pantas untuk jadi pacar mas,...dia merasa dirinya kotor dan udah nggak suci lagi...dia merasa sangat hina kalo berpacaran sama cowok sebaik kamu mas”
“Jadi dia udah nggak suci lagi? padahal nggak apa apa atuh...da aku juga nggak masalah sama hal itu, aku juga nggak ada niat buat maen gila sama dia”
“Maksudnya maen gila apa nih?...mas mau aku sunat lagi??” ancam Hayati dengan ekspresi menyeramkannya sambil mengeluarkan pedang tusuk perjaka dari saku ajaibnya. Asnawi langsung kaget dengan ekspresi cemburu Hayati. ”Bukan..bukan...maen gila itu, maksudnya maen ke mall gituh hehehehe...jalan-jalan...heheh..maaf” Asnawi mendadak gugup.
“Oohh....kirain mas ku mau gituan sama dia....hmmmm” ujar Hayati yang kembali memasukan pedangnya lagi. Asnawi dapat bernapas lega melihat hal itu.
“Merry itu kenapa sih sampe nyebut dirinya hina, kotor dan nggak pantes buat aku?” tanya Asnawi bingung.
“Hmmmm....sebenernya aku tadi disuruh jaga rahasia sama dia, tapi lebih baik aku bilang aja sama kamu tentang dia, biar mas tau kalo Merry itu seperti apa...dia menyebut dirinya ayam kampus mas....aku juga nggak ngerti maksudnya apa” jawab Hayati bingung.
“What the faakkkkkk!!!!...serius??” Asnawi super kaget.
“Betul mas....abis dia bilang begitu ke aku, dia langsung nangis, aku berusaha menghiburnya tapi dia langsung pergi meninggalkanku sambil nangis....aku kasihan banget sama dia mas....emang ayam kampus itu apaan sih mas? Aku nggak ngerti banget” kata Hayati.
“Yaaaahhh.....euuhh...aduh gimana yah jelasinnya..bingung...mmmmmm...ayam kampus itu semacam istilah bagi mahasiswi yang nyambi kerja menjadi ...eeuuhhh..aduh apa namanya yah....eeuuhhh...nyambi kerja sebagai wanita penghibur bagi pria-pria hidung belang” tukas Asnawi dengan susah payah.
“Oohh jadi dia itu pelacur???”
“Whoa..Whoa...jaman sekarang istilah itu udah nggak dipake lagi sayang, terlalu kasar”
Suasana mendadak menjadi hening. Hayati terdiam ketika tahu siapa sebenarnya Merry, begitu juga dengan Asnawi yang heran dan tidak habis pikir kenapa cewek cantik, baik dan tajir bisa berprofesi menjadi ayam kampus? Mendadak mata Asnawi berkaca-kaca ketika tahu alasan Merry menolaknya. Merry menolak cintanya karena dia tidak mau merusak masa depan Asnawi dengan berhubungan sama cewek pelacur. Asnawi merasa sangat berdosa kepada Merry, apalagi sebelum acara dimulai dia terus-menerus meledek habis-habisan Merry dengan sebutan Adinda dan berbicara seperti penyair yang bertujuan untuk mempermalukannya di depan teman-temannya.
Air mata pun mulai mengalir dari kedua mata Asnawi, dia tidak kuasa dengan apa yang dirasakan hati Merry Malam ini. Asnawi merasa dirinya sudah berbuat sangat jahat terhadap Merry. Seumur hidup Asnawi selalu menghindar dari menyakiti perasaan orang. Melihat Asnawi menangis, Hayati kemudian menyandarkan kepala Asnawi di pundaknya lalu mengelus-elusnya.
“Aku udah jahat banget sama Merry....apa yang harus aku lakuin?”
“Mmm.....mas harus ngedatengin Merry dan minta maaf sama dia...”