Pada Suatu Titik

Xie Nur
Chapter #39

Lingkaran Perjodohan (2)

Janji Pernikahan Part 1

Sore yang indah. Berlanjut pada malam yang menurutku benderang, karena purnama selaksa pengganti penjaga siang. Kantukku melayang-layang enggan singgah membuai mimpi. Gejolak apa ini? Dan haruskah aku begadang terkenang dirinya yang baru saja tersua tidak dalam dunia maya. Ah, kegilaan ini menyiksa.

Aku bangun dengan mata menggantung hampir jatuh. Menjelang subuh baru bisa terlelap untuk selanjutnya terbangun oleh suara azan yang selalu jadi weker setia setiap pagi. Selesai salat subuh aku tersungkur di atas sajadah tidak kuat membuka mata.

Aku terbangun kembali ketika sebuah tangan lembut mungil terasa mengelus pipi.

“Bun...”

Mata perlahan kubuka. Sefi telah duduk manis sambil menepuk-nepuk pipiku.

“Kamu sakit, Yun?” terdengar suara Mamake juga.

Aku segera duduk dengan mata nyaris terpejam lagi.

“Nggak, Mak. Cuma ngantuk banget,” jawabku mengusir gundah Mamake.

“Ya wis, kalau tidak apa-apa. Kamu jaga Sefi dulu, Mamake lanjutin masak,” kata Mamake yang melongok dari ambang pintu.

“Bunda, lipat mukena dulu ya,” kataku pada Sefi ketika dia mulai merengek minta keluar kamar.

Selanjutnya aku sudah sibuk mengurus Sefi termasuk memandikan kemudian mengajaknya keluar jalan-jalan sambil menyuapi makan. Dan selama bersama Sefi, gambaran Ananta berhasil merebut perhatianku pada si kecil ini.

Aku sama sekali tidak sadar jika Sefi telah jatuh tersungkur di tangga depan rumah. Tangisnya yang membahana seketika menggugah keteledoranku.

“Cup, Sayang!” ucapku memeluknya.

“Ada apa?” Mamake muncul dari dalam warung.

“Sefi jatuh, Mak,” sahutku masih berusaha menenangkan Sefi dan memeriksa bagian mana yang terluka.

“Jatuh bagaimana?” introgasi Bapake yang ikutan muncul.

Lihat selengkapnya