Blurb
Bagi Alya dan Genta, rumah megah berlantai dua itu tak lebih dari sebuah halte yang dingin. Tempat singgah sementara di mana orang tua mereka terjebak perang dingin, sibuk menumpuk materi, dan berkomunikasi hanya lewat pesan teks saja.
Keheningan itu pecah saat Genta, anak laki-laki kelas 8 SMP yang kerap dicap pembangkang, terseret skandal. Sebuah rekaman CCTV di depan swalayan viral, memperlihatkannya sedang memukul seorang teman. Tanpa bertanya alasan, amarah orang tua meledak, menghakimi tanpa pernah mau mengerti sisi pahlawan di balik kepalan tangannya.
Di sudut lain, Alya memilih menenggelamkan diri di balik layar ponsel dan penampilan cupu demi menyembunyikan trauma perundungan sekolah yang mengunci mulutnya.
Ketika semua ego bertabrakan dan badai menghantam dari berbagai sisi, sanggupkah sebuah peristiwa besar meluruhkan pagar-pagar angkuh itu dan mengembalikan kehangatan rumah yang selama ini mereka rindukan?