Paket Duka, Atas Nama Siapa ?

oldartsywithtech
Chapter #1

Prolog

Biaya kontrakan sampai akhir tahun. Sudah

Bersih-bersih media sosial. Selesai. 

Pemakaman...

Ujung pulpen dihantam di titik yang sama berulang kali, barangkali jawaban bisa keluar dari tintanya. Sia-sia. Kertas kecil kuning itu tidak akan bisa menggoreskan jawaban yang si pemegang pena tidak tahu. 

Jadi, ia harus tahu diri. Setidaknya, teknologi di masa kini bisa mengizinkan jawaban-jawaban yang dapat diraih hanya dengan beberapa pencet tombol. Di sisi lain, ia juga tak pernah tahu dunia bisnis bisa menawarkannya apa saja. 

Orang itu mengikuti sisa-sisa rasa komplusi yang berhasil melarikan diri dari isi kepalanya. 

Berhasil. Semesta yang diciptakan di balik layar kotak kecil di jarinya membuat daftar jawaban yang imajinasinya sendiri tidak bisa. Hasil pencarian paling atas menarik perhatian orang itu. 

"Sentosa Funeral House Jasa Layanan Pemakaman Professional. Paket sesuai kepercayaan masing-masing. Cukup hubungi kami, biar kami yang urus sisanya."

Menarik bagaimana jenis usaha seperti ini bisa dibuat dan bertahan di masyarakat komunal seperti Indonesia. Di saat normalnya urusan repot begini akan dilakukan dengan dasar empati dan ikatan emosi, mereka malah menawarkan jasa. Hasil ini memuaskan dan langsung menjadi jawaban atas semua masalah orang itu. 

Terutama kalimat terakhir yang memperlihatkan sebuah kepercayaan diri yang datang dengan pengalaman, seakan-akan kematian adalah hal yang terjadi setiap hari untuk mereka. 

Lihat selengkapnya