Cahaya matahari pagi menyelinap masuk melalui celah ventilasi, menyinari debu debu yang berterbagan di koridor lantai atas. Bau harum pancake kesukaannya berpadu dengan kopi pahit memenuhi rumah, menandakan hari baru telah dimulai.
“Sayang ayo, Sarapan sudah siap! Nanti terlambat sekolahnya!” teriak sang ibu dari arah dapur. Tak ada jawaban seperti biasanya. Hanya keheningan yang janggal.
Sambil membawa piring berisi tumpukan pancake hangat, wanita itu melangkah menuju kamar sang putra. Tangannya terangkat, mengetuk pintu kayu itu pelan. “Kak? Bangun. sudah jam tujuh loh.”
Hening. Dengan sisa kesabarannya yang ada, ia memutar knop pintu yang anehnya tak terkunci seperti biasanya.
PRANG!
Piring keramik itu hancur berkeping-keping di atas lantai. Pancake yang masih mengepul itu menggelinding di lantai, sama hancurnya degan hati wanita itu saat melihat apa yang ada di hadapannya.