Perempuan Pemikul Dendam
Ia pernah percaya, atau mencoba mempercayai, barangkali inilah fase paling menarik dalam hidup: mengenang masa kecil dan tertawa bersama teman masa kecil.
Dengan lelaki itu, ia mengukir kenangan masa kecil, lelaki itu mengajarinya arti tertawa, tak putus-putus memuji matanya, yang bahkan sampai tadi pagi masih memekarkan hatinya, mewarnai hidupnya, dan membuat dunianya tidak benar-benar kehilangan setelah ayah Ibunya tiada.
Lelaki itu tersenyum kecut, lalu tertawa-tawa, hingga tubuhnya terguncang-guncang dengan peluh yang jatuh mengenai dada telanjang si perempuan.
“Aku tidak akan membiarkan lelaki penyembah rembulan itu mencurimu dariku. Tidak akan!”
Seketika wajahnya melembut, di tatapnya perempuan itu dengan wajah penyesalan yang dibuat-buat.
“Nauli, o’ Nauli. Telah kudambakan semua ini terjadi begitu apa adanya, nyatanya, aku harus sedikit memaksa. Tapi tak mengapa, kau tahu aku, bukan? Aku tak berniat menyakitimu. Aku hanya ingin ini semua terlihat jelas,” Lelaki itu berhenti bicara. Menatap mata si perempuan yang terbakar, tetapi tak henti-henti berlinang air mata, dan ia terus meronta-ronta.
“Kau mau ‘kan jadi istriku?” tanya si lelaki dengan muka jenaka. Serupa orang sinting. Sebab genaplah kepadanya: lelaki yang cemburu, bisa berbuat apa saja, bisa gila, dan bisa berubah menjadi anjing!
Perempuan itu masih berontak, tetapi dengan mulut terbebat, ia hanya mampu menjawab dengan tanpa sepatah kata pun. Si lelaki lantas membuka bebat pada mulut perempuan itu dan suara perempuan itu membahana sampai ketelinga si lelaki penyembah rembulan.
Lelaki penyembah rembulan itu muncul memakai kemeja baru dengan gambar burung garuda di dadanya, mengeram, lantas meninju, melempar, dan menendang si lelaki tanpa ampun hingga nyawa lelaki itu tak tertolong.
***
Nauli memiliki mata yang menawan: berbola jernih yang sendu, berbulu beludru, dan menghanyutkan; itulah mata yang paling indah di dunia. Ia juga genit, lincah, berani, dan tentu saja menawan. Namun, lelaki yang kini terkapar tanpa nyawa itu telah mengubah segalanya.