Cinta yang Gila
Perempuan adalah misteri yang tidak akan pernah terpecahkan, selalu saja misterius, tak terduga, dan membuatku hidup dalam semedan hitam-putih yang kadang serupa petualangan ke negeri seribu menara, lantas kadang hanyalah ketakutan yang tak bertepi. Menghantui!
Setiap tingkahnya yang menawan, setiap ucapannya yang lembut memekarkan dada, dan setiap kerling matanya yang selalu membuatku menjadi lelaki dungu yang bodoh dan tidak berdaya.
Ah, perempuan. Andai aku bisa menolak datangmu. Sebab kini aku terpasung oleh dua orang istri yang setiap kali kucari kelemahannya, setia kali pula aku semakin jatuh cinta yang bertubi-tubi dan semakin dalam saja.
Namun, inilah dilema terbesar dalam hidupku: memiliki perempuan yang benar-benar sempurna. Jika saja hanya satu, mungkin aku adalah lelaki yang paling berbahagia di seluruh dunia, nyatanya, aku serupa tawanan yang lebih memilih mati.
***
“Kau tidak perlu berterima kasih, tidak usah melakukan apa pun! Kau akan ke mana sekarang?” tanya Biru, istri keduaku kepada Rara, istri pertamaku dengan sangat hati-hati.
“Mati!”