Blurb
Hayan Putra Handoko adalah bukti bahwa gelar sarjana tidak selalu menjamin masa depan.
Dua tahun setelah wisuda, ia masih terjebak dalam status "pengangguran banyak acara" hidup di rumah, membantu keluarga, dan menjadi sasaran omelan sehari-hari.
Di tengah keluarga yang penuh warna ibu yang galak, kakak yang disiplin, adik yang menjengkelkan, dan bapak yang santai. Hari-hari Hayan terasa seperti lingkaran tanpa ujung.
Namun, di balik candaan dan kekacauan itu, tersimpan kegelisahan yang tak pernah benar-benar ia ucapkan.
Sampai suatu titik, Hayan mulai bertanya:
apakah ia akan terus seperti ini, atau berani melangkah keluar dari zona nyaman yang diam-diam menahannya?
Ini bukan cerita tentang kesuksesan instan.
Ini tentang jatuh, ragu, dan perlahan belajar berdiri kembali.