Kabut tebal menggantung rendah di pedalaman Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Hutan di sana bukan sekadar pepohonan—ia hidup, bernapas, dan menyimpan sesuatu yang jauh lebih tua dari manusia. Di tengah belantara itu berdiri sebuah bangunan panggung kuno yang oleh warga disebut Panti – Resting Place of the Ancestor Spirits. Tak ada yang berani mendekat setelah matahari tenggelam. Mereka percaya tempat itu adalah peristirahatan arwah leluhur yang berubah menjadi sesuatu yang tidak lagi suci.
Namun larangan selalu terdengar seperti tantangan bagi remaja yang haus pembuktian.
Yuda, Alfian, Rosandi, Ridho, dan Ardi datang dengan sepeda motor mereka, tertawa keras memecah sunyi hutan. Mereka membawa senter, kamera, dan keberanian palsu yang dibalut kesombongan. Malam itu bulan tertutup awan, menyisakan kegelapan pekat seperti tinta.
“Cuma rumah kosong,” ejek Yuda sambil melangkah ke tangga kayu yang lapuk.
Tangga itu berderit panjang. Bukan sekadar bunyi kayu tua—lebih seperti rintihan orang kesakitan. Udara berubah dingin tiba-tiba. Bau tanah basah bercampur anyir seperti darah lama menyusup ke hidung mereka.
Saat mereka masuk, lantai terasa lembap, seolah bangunan itu berdiri di atas sesuatu yang membusuk. Senter Rosandi berkedip, lalu menangkap bayangan melintas cepat di tiang belakang. Terlalu cepat untuk disebut manusia.
“Siapa itu?!” teriak Ridho, suaranya pecah.
Tak ada jawaban.
Tapi kemudian terdengar suara.
Langkah kaki. Banyak. Mengelilingi mereka.
Dari sudut ruangan, muncul sosok tinggi kurus dengan rambut menjuntai hingga menutupi wajahnya. Tangannya panjang tak wajar, kuku-kukunya menyeret lantai kayu hingga menimbulkan suara mencakar. Di belakangnya, bayangan lain bermunculan—wajah pucat tanpa mata, mulut menganga terlalu lebar.
Ardi menjerit saat kakinya ditarik sesuatu dari bawah papan lantai. Tangan hitam kurus mencuat dari celah kayu, mencengkeram pergelangannya. Alfian mencoba menariknya, tetapi dari bawah lantai terdengar suara bisikan ribuan lidah:
“Kalian menginjak tempat kami…”
Satu per satu senter padam.
Kegelapan total.