Blurb
Malam tahun baru 2026. Galang kehilangan pekerjaan, kekasih, dan semangat hidup dalam waktu yang hampir bersamaan. Pukul 23.59, jam pendulum peninggalan ayahnya berhenti berdetak, dan dunia ikut berhenti bersamanya.
Ia terbangun di Mataram tahun 2050. Kota itu dipenuhi robot patroli, menara pangan, dan warga yang hidup menurut jadwal algoritma. Galang tidak tercatat di sistem mana pun, jadi secara hukum ia tidak pernah lahir. Satu-satunya yang mau menjaminnya adalah Andini, analis arsip bermata sipit dengan pita kuning di rambut, yang menatap Galang seolah sudah lama mengenalnya.
Waktunya hanya empat belas hari. Setelah itu tubuhnya akan terurai menjadi debu emas, dan semua kenangannya akan terhapus. Seorang lelaki bertopi yang tidak pernah menua juga terus memburu mereka melintasi beberapa dekade.
Bagaimana kalau orang yang paling ingin kamu selamatkan ternyata sudah kamu selamatkan, dan menyelamatkannya berarti kamu harus kehilangan dia?
Empat belas hari untuk mengingat. Seumur hidup untuk melupakan.