Istilah Waktu dan Kekuatan
Batu Kosmik (fiktif): Pecahan benda langit yang menghujani lereng utara Rinjani pada sebuah malam di tahun 1980. Sebagian besar sudah mati, ringan dan berpori seperti arang. Sebagian kecil masih menyimpan cahaya dan mengandung kronon.
Besi meteorit: Besi yang ditempa dari Batu Kosmik. Dalam cerita, besi ini mampu menyerap dan menyimpan kronon beserta cahaya di dalamnya.
Cahaya hijau: Lihat Penggerak.
Cahaya kuning: Lihat Jangkar.
Cahaya putih (fiktif): Cahaya ketiga dari Batu Kosmik yang mampu membelokkan aliran waktu di sekitar penggunanya, seperti sungai yang membelok mengelilingi batu. Asal-usulnya belum terungkap dalam seri ini.
Demam kronon (fiktif): Demam dan rasa lemas setelah seseorang memakai kekuatannya melebihi batas tubuh, misalnya setelah menghentikan waktu sepenuhnya.
Detik tertahan (fiktif): Jejak berupa satu detik yang membeku pada rekaman kamera, sementara penunjuk waktunya terus berjalan. Muncul ketika kain waktu dirobek di dekat kamera.
Gerbang waktu (fiktif): Lorong lipatan pada kain waktu untuk berpindah ke masa lain. Membukanya menguras tenaga, ada yang membutuhkan waktu berbulan-bulan, dan gerbang bisa dirusak oleh pengguna lain.
Hukum Gerbang (fiktif): Tiga aturan perjalanan waktu menurut Mahesa. Pertama, kausalitas menjaga dirinya: yang sudah terjadi akan tetap terjadi, dan usaha mengubahnya justru menjadi penyebabnya. Kedua, ada waktu yang terkunci; siapa pun yang masuk ke sana tidak bisa kembali, kecuali lompatan singkat yang tidak disengaja dan tidak menyentuh peristiwa di dalamnya. Ketiga, membawa orang tanpa Jangkar ke waktu yang bukan miliknya akan membuat orang itu terurai.
Jangkar (fiktif): Cahaya kuning. Kekuatan yang menambatkan keberadaan seseorang pada satu garis waktu sehingga ia tidak terurai. Disebut juga poros.
Jejak indrawi: Sisa kenangan yang bertahan setelah ingatan terkikis, berupa aroma, rasa, warna, atau bunyi, misalnya aroma kopi atau bunyi detak jam.
Kain waktu (fiktif): Perumpamaan yang dipakai Mahesa untuk menggambarkan ruang dan waktu sebagai tenunan benang kronon. Kain ini bisa dilipat, dirobek, dan dijahit.
Kronon (fiktif): Partikel yang menyimpan dan melipat waktu, terkandung di dalam Batu Kosmik. Kronon bersifat “pemalu”: sulit dirasakan di tempat yang bising oleh gelombang elektromagnetik, dan paling jernih di tempat yang sunyi dari sinyal.
Melompat: Istilah para tokoh untuk berpindah tempat, atau berpindah waktu, dengan Penggerak. Setiap lompatan ada harganya, dan di kota harganya dua kali lipat.
Paradoks kakek: Teka-teki klasik perjalanan waktu: bila seseorang kembali ke masa lalu dan mencegah kelahiran kakeknya, bagaimana ia bisa ada untuk melakukannya.
Penggerak (fiktif): Cahaya hijau. Kekuatan untuk melipat ruang dan waktu: melompat, memperlambat atau menghentikan waktu di sekitar diri, dan membuka gerbang. Penggerak menuruti perasaan penggunanya, bukan pikirannya. Disebut juga bandul.
Pengikisan ingatan (fiktif): Kenangan yang terbentuk di waktu lain tidak tertambat, sehingga perlahan terkikis setelah penjelajah pulang. Wajah memudar lebih dulu, lalu nama, dan yang paling lama bertahan adalah jejak indrawi.
Prinsip konsistensi: Gagasan dalam fisika teoretis bahwa peristiwa di masa lalu tidak bisa diubah, karena setiap perjalanan waktu sudah menjadi bagian dari sejarah yang sama. Dalam novel, gagasan ini menjadi dasar Hukum Gerbang pertama.
Robekan (fiktif): Luka pada kain waktu akibat kekuatan yang tidak stabil. Robekan tampak sebagai garis hitam di udara, dan di sekitarnya waktu bisa tersendat atau membeku.
Tertahan: Istilah Rizka untuk keadaan penjelajah waktu yang belum benar-benar berada di suatu masa, seperti ponsel Galang yang membeku di pukul 23.59.
Terurai (fiktif): Keadaan tubuh penjelajah tanpa Jangkar yang perlahan berubah menjadi partikel-partikel emas, biasanya setelah kira-kira dua minggu di waktu yang bukan miliknya.
Waktu yang terkunci (fiktif): Masa yang kain waktunya kaku dan tidak bisa dilipat. Lihat Hukum Gerbang.
Arsip Kependudukan Kota (fiktif): Lembaga pemerintah yang mengelola seluruh catatan warga Mataram. Andini bekerja sebagai analis data di Divisi Kronologi.