Blurb
Rumah megah peninggalan kolonial itu tidak dibangun dari semen dan batu bata, melainkan dari titah para lelaki yang telah mati. Dan bagi Sekar, dia adalah sesajen yang dikorbankan di atas altarnya setiap hari.
Rutinitasnya dimulai pada pukul empat pagi, mengikis eksistensi dirinya di bawah tatapan menghakimi dari lukisan leluhur di dinding. Sekar adalah hantu domestik; ada untuk melayani Arya, suaminya, tetapi tak pernah benar-benar dilihat sebagai manusia.
Arya adalah penguasa yang sunyi. Dia tidak pernah memukul. Kekuasaannya bekerja seperti gas beracun tanpa bau—halus namun mematikan. Setiap kali Sekar tenggelam dalam kelelahan mental yang mencekik, Arya hanya perlu menjatuhkan satu kalimat tenang tentang 'nafkah' dan 'kodrat' untuk membungkamnya.
Namun, ketika tubuh Sekar menolak untuk patuh dan kesadarannya mulai merapuh akibat isolasi, dia menyadari satu hal: rumah ini tidak sedang melindunginya, melainkan sedang mencernanya perlahan-lahan.
Patriarki adalah sebuah catatan tentang keruntuhan yang sunyi. Kisah tentang seorang perempuan yang akhirnya memilih membakar seluruh jembatan di belakangnya, menolak menjadi tumbal tradisi, dan berjalan keluar menuju malam yang pekat—meski dia tahu, dunia siap menghakiminya sebagai pendosa.