"Kamu teh mau sampai kapan mengunci pintu pakai sandi digital ini, Maya? Aku kesulitan mengambil berkas kerja asliku kemarin!" tanya Dimas dengan nada suara tinggi penuh kejengkelan, berdiri di tengah ruang tamu paviliun dengan membawa tas kantornya yang setengah terbuka.
"Aku akan menyerahkan berkas kerjamu lewat celah teras jika kamu memberi tahu jadwal kedatanganmu sebelumnya, Dimas. Tidak usah masuk menyusup ke sini," sahut Maya dingin sembari merapatkan laci meja belajarnya, tempat ia menyembunyikan sisa peralatan sekrup pemasangan.
"Ini paviliun milik keluargaku juga! Gak usah bersikap seolah-olah kamu adalah pemilik tunggal di tempat ini!" gerutu Dimas sembari menjejalkan lembaran dokumen kertas ke dalam tas kerjanya secara kasar dan acak-acakan.
Dimas menyambar tas kerjanya dengan gerakan tangan yang menyentak kesal, lalu berjalan cepat keluar dari paviliun menuju rumah depan tanpa berniat merapikan kembali tumpukan map yang tersisa di atas meja tamu. Maya menghela napas panjang, menatap pintu depan yang tertutup rapat, lalu berjalan kembali ke arah kamar tidur. Dia memutuskan mengabaikan cincin kawin emas putih milik Dimas yang masih diletakkan membisu di atas meja malam sejak dua hari lalu.
Maya mengunci pintu depan dengan sandi digital barunya yang masih menggunakan kombinasi angka standar. Dia tidak memblokir akses kode milik Dimas karena alasan kedewasaan hukum pranikah, tanpa menyadari bahwa suaminya yang naif telah membocorkan kombinasi angka tersebut kepada Ibu Sarah dengan dalih "untuk membantu menyapu paviliun". Maya melangkah cepat mengambil tiga buah perangkat detektor asap tiruan berbahan plastik putih dari dalam kardus kerjanya.
Tiga kamera pengawas nirkabel berukuran mikro telah terpasang rapi di dalam casing detektor asap berdiameter sepuluh sentimeter itu. Maya menggunakan tangga lipat aluminium setinggi satu setengah meter untuk memasang ketiga alat tersebut di tiga titik strategis, sudut ruang tamu, sudut pantry dapur, dan langit-langit kamar mandi paviliun. Setiap lensa kamera berukuran dua milimeter itu tersembunyi dengan sangat rapi di sela-sela kisi udara plastik pelindungnya.