Paviliun Ibu Mertua

Salsabilla Kim
Chapter #27

Kekalahan Telak di Ruang Tengah

"Kamu tega sekali, Maya! Tega-teganya kamu sengaja menumpahkan sabun di lantai kamar mandi paviliun agar Mamah terpeleset lumpuh!" teriak Dimas dengan wajah bergetar marah, menyeret paksa pergelangan tangan Maya menuju lorong rumah depan.

"Lepaskan tanganku, Dimas! Aku tidak pernah menyiramkan sabun itu, ibumu sendiri yang sengaja merekayasa semuanya di depan kamera!" sahut Maya berusaha melepaskan diri dengan gerakan tangan yang kaku.

"Bukti videonya sudah kulihat sendiri dengan jelas di ponselku, gak usah mengelak lagi kamu mah!" bentak Dimas kian kencang sembari menghempaskan tubuh Maya ke atas kursi jati di ruang tengah rumah utama.

"Aduh, Dimas, pelan-pelan atuh membawanya. Dada Mamah masih sakit sekali ini," keluh Ibu Sarah yang sedang berbaring miring di atas sofa jati dengan bantal penyangga di punggungnya, didampingi oleh Tante Ratna.

Tante Ratna, adik bungsu Ibu Sarah yang bertubuh gemuk, terus memandangi Maya dengan tatapan dingin menghakimi. Lima gelang emas di pergelangan tangan kanannya mengeluarkan bunyi bergemerincing setiap kali ia bergerak merapikan posisi selimut wol Ibu Sarah. Sebuah laptop perak berukuran empat belas inci diletakkan terbuka di atas meja kaca, menampilkan draf rekaman video dalam posisi terjeda.

Bukti ini tampak sangat meyakinkan.

"Coba kamu lihat sendiri ke layar ini, Maya! Ini rekaman dari kamera pengawas detektor asap yang baru kamu pasang kemarin di dalam paviliun!" perintah Tante Ratna dengan nada suara melengking tinggi, jarinya menunjuk kasar ke arah monitor.

"Ibu tidak perlu melihatnya lagi, Tante. Saya sudah menyaksikan seluruh kejadiannya secara langsung dari aplikasi ponsel saya siang tadi," jawab Maya, mencoba mempertahankan suaranya tetap tenang dan datar meskipun dadanya bergemuruh hebat.

"Kalau kamu sudah melihatnya, kenapa kamu masih berani mengelak?!" bentak Dimas, wajahnya tampak merah padam menahan rasa kecewa dan amarah yang meluap di depan keluarga besarnya.

"Karena rekaman yang kalian pegang itu sudah dipotong durasinya, Dimas," jelas Maya secara dewasa, menatap lurus ke sepasang mata suaminya tanpa menunjukkan ketakutan sedikit pun.

Maya melangkah mendekati meja kaca, lalu menunjuk ke arah baris durasi video yang tertera di sudut bawah layar laptop perak tersebut. File video berjudul "Kejadian_Paviliun.mp4" itu hanya memiliki durasi sepuluh detik, menampilkan adegan saat Ibu Sarah terpeleset lalu jatuh terlentang. Bagian awal berdurasi dua menit saat Ibu Sarah menyiramkan sendiri cairan pembersih lantai dari botol plastik sengaja dihilangkan.

Lihat selengkapnya