PAWON BUNDA

Oleh: C. Mahieu

Blurb

Namaku Maya. Mahasiswi tingkat akhir yang terlihat ambisius, tapi diam-diam mengalami ketakutan oleh masa depan yang terasa terlalu membingungkan.
Aku tinggal di Pawon Bunda, sebuah rumah kost sederhana dengan dapur kecil yang selalu hangat. Di sana, aku bertemu orang-orang dengan luka yang berbeda: Riko dengan amarahnya, Aris dengan masa lalu yang kelam, Samuel yang rindu rumah, dan Rara yang tersenyum untuk menutupi kecemasan.
Bunda tidak pernah memberi nasihat panjang. Ia hanya memasak.
Lewat pempek, rawon, papeda, sambal ulek, ayam betutu, dan semangkuk tinutuan, kami belajar bahwa hidup—seperti masakan—tidak bisa dipercepat. Beberapa hal memang harus dimasak perlahan agar rasanya benar-benar terasa.
Karena terkadang, rumah bukanlah tempat kita berasal.
Melainkan tempat di mana kita akhirnya sembuh.

Lihat selengkapnya