pelajaran yg tak tertulis di buku

Nur dotul jannah
Chapter #1

Chapter tanpa judul #1

BAB 2


Pelajaran yang Tak Tertulis di Buku


Pagi itu, langit tampak mendung. Angin bertiup pelan membawa aroma tanah yang masih basah karena hujan semalam. Andriani berjalan menuju sekolah bersama Bima seperti biasanya. Mereka berdua saling bercerita tentang tugas sekolah dan cita-cita yang ingin mereka capai.


"Kalau suatu hari nanti kita berhasil," kata Bima sambil tersenyum, "aku ingin kembali ke desa ini dan membantu anak-anak yang kesulitan belajar."


Andriani mengangguk.


"Itu cita-cita yang bagus. Ilmu akan lebih berarti kalau dibagikan kepada orang lain."


Sesampainya di sekolah, suasana terasa berbeda. Bu Ratna meminta seluruh siswa berkumpul di aula kecil.


"Hari ini kita tidak akan belajar seperti biasa," ucap Bu Ratna. "Hari ini kalian akan belajar dari kehidupan."


Semua siswa saling berpandangan penasaran.


Bu Ratna kemudian membagikan mereka ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok diminta mengunjungi warga di sekitar sekolah yang membutuhkan bantuan.


Kelompok Andriani mendapat tugas membantu seorang nenek bernama Nenek Aminah, yang tinggal sendirian di rumah sederhana di pinggir desa.



---


Rumah Nenek Aminah sangat sederhana. Atapnya sudah tua, halamannya dipenuhi daun-daun kering, dan pagar bambunya mulai rapuh.


"Assalamu'alaikum," sapa Andriani.


"Wa'alaikumussalam. Silakan masuk, Nak," jawab sang nenek dengan senyum hangat.


Tanpa diminta, Andriani dan teman-temannya mulai menyapu halaman, membersihkan rumah, dan merapikan kebun kecil di samping rumah.


Nenek Aminah berkali-kali mengucapkan terima kasih.


Lihat selengkapnya