PELANGI MONOKROM

L DARMA
Chapter #4

SUNRISE BIRU

Layak-nya anak kecil pada umumnya, Angga mulai mengenal dunia masa kecil yang penuh warna. Bermain setelah pulang dari sekolah hingga lupa waktu. Patokan pulang adalah adzan magrib yang dikumandangkan surau yang berdekatan dengan lapangan bermain mereka.

Pengalaman baru bagi Angga bermain dengan orang lain.Namun naluri anak lelaki-nya masih melekat padanya yang di tandai dengan adaptasi ycepat dalam bermain dengan anak laki-laki lain. Motoriknya bagus ketika diajak bermain bola kaki, bola kasti , dan permainan yang membutuhkan gerak aktif lainnya -Angga dengan lihai memainkan seluruh permainan itu.Terlebih lagi dengan permainan tradisional kucing-kucing ( bola bekel dan kerang laut), lompat tali. Angga sangat menggemarinya dan lihai dalam memainkan permainan itu.

Di usianya yang belia, wajar sepertinya bermain dengan semua anak, baik anak laki-laki maupun perempuan. Namun kecendrungan Angga yang lebih sering memilih bermain dengan anak perempuan membuat dia kadang dikucilkan oleh anak laki-laki lainnya. "Permainan karet, dan bola bekel itu tak cocok untuk cowok. Itu khusus mainan cewek." begitulah pernyataan yang sering di berikan teman sebayanya.

Angga bermain dengan siapa saja meskipun kadang dia dicemooh anak laki-laki lainnya karena lebih gemar bermain dengan anak perempuan. Meski begitu Dia masih bersahaja dengan anak laki-laki lainnya, ditambah Angga memang lihai dalam banyak permainan serta cara berkomunikasi yang bagus yang bisa membuatnya lebih mudah diterima.

Suatu hari, diadakan festival tahunan di kota itu untuk menyambut panen raya, dalam festival itu, seluruh sekolah dasar diundang untuk melakukan lomba gerak jalan dengan kostum yang meriah. Sebanyak 10 anak untuk mewakili sekolahnya.

Lihat selengkapnya