Pelita Luka Menanti Senja

Temu Sunyi
Chapter #16

Doa yang Tak Bisa Menghidupkan

Aku menggendong Nina, seperti menggendong patahan hatiku sendiri.

Berjalan perlahan, diiringi suara tangis dan langkah orang-orang yang tak sanggup berkata apa-apa.

Di pelukanku, Nina tampak tidur—tapi bukan tidur yang bisa dibangunkan. Bukan tidur yang bisa diganggu dengan canda atau cerita lucu.

Ini tidur yang dipeluk dingin, dipeluk arus, dipeluk Tuhan... dan aku tak tahu apakah Tuhan akan benar-benar menjaganya lebih baik dariku.

Kulekatkan keningku di dahinya, dan kupinta maaf—karena tak semua janji bisa ditepati, karena tak semua anak bisa kuselamatkan,

karena jadi guru ternyata bukan sekadar mengajar, tapi juga menyaksikan kehilangan paling menyakitkan... dan tetap harus berdiri besok pagi di depan kelas, seolah tidak ada yang mati.


Suara Kecil yang Tetap Mengajar di Dalam Kepala

Lihat selengkapnya