Pemindah Malam

Desynata Purnamasari
Chapter #2

Berbeda itu boleh kan?

Gandari, seorang remaja nyentrik yang punya caranya sendiri untuk berekspresi. Jika kebanyakan gadis seusianya beranggapan perempuan cantik harus berkulit putih dan berambut panjang. Bahkan industri kecantikan pun membuat standar umum, cantik itu yang berkulit putih. Lain halnya dengan Gandari yang berani mempunyai definisi berbeda. Dia anti ribet, paling malas kalau disuruh berdiri lama di depan rak produk perawatan tubuh. Baginya tidak perlu merubah melanin yang sudah dihasilkan dengan susah payah oleh sel-sel dalam lapisan kulitnya.

Lagipula bukan hal yang memalukan memiliki pigmen coklat. Tidak perlu takut kulit terbakar karena terlalu lama terpapar jahatnya sinar mentari. Resiko terkena kanker kulit juga kecil. Memiliki kulit coklat punya banyak keuntungan, dan dia bahagia menjadi salah satu yang memilikinya. Gandari sangat membanggakan kulit berwarnanya, dia akan bilang kulitnya eksotis dan seksi.

Jika pergi ke mall, produk pemutih takkan pernah luput dari pencarian teman-temannya. Sedangkan Gandari, dia memilih mencari gerai es krim, memesan sundae dan menikmatinya. Dia akan memanjakan ujung lidahnya dengan sensasi dingin, lembut dan manisnya krim vanila bertoping coklat dalam setiap jilatan. Bagi Gandari rasa manis es krim sundae lebih nyata. Gandari hanya tidak rela pikirannya diracuni sederet visualisasi yang menurutnya adalah sebuah kebohongan. Bukankah model yang digunakan untuk produk pemutih sedari awal sudah berkulit putih dan mulus? Tampaknya iklan pemutih yang bertebaran telah berhasil membius pikiran teman-temannya.

Fatalnya lagi, saking tergila-gila dengan kata cantik, ada beberapa temannya yang rutin menyuntikkan cairan khusus ke pembuluh darah tanpa pengawasan dokter yang kompeten. Bahkan mereka akan merengek, menangis dibalik pintu kamar dan mogok makan jika tidak diberikan kartu kredit atau kartu debit ibunya, semua hanya untuk suntik putih. Dan yang tidak bisa masuk dalam pemahaman Gandari, kenapa ada wanita rela melakukan liposuction agar badannya langsing dan terlihat tinggi menawan. Itu lho, pembedahan menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan.

Sepertinya pandangan sebagian besar wanita telah terbentuk pada kecantikan sejati yang dipancarkan dari tubuh langsing dan kulit putih. Jika dipikir-pikir, untuk apa sih mereka tampil cantik? Apakah diperuntukkan bagi kepuasan diri sendiri atau bertujuan untuk menarik perhatian pria? Padahal definisi cantik itu subjektif, tergantung dari kacamata siapa yang melihat. Coba saja bandingkan dengan negara Nauru dan Mauritania, para pria di sana justru menganggap wanita gemuk adalah sebuah keindahan dan kecantikan.

Lihat selengkapnya