Penantian Tak Ada Ujung

Sukron Tajudin
Chapter #4

Empat

“Bu Nyai, saya titip anak saya untuk belajar di pesantren punya Ibu. Mohon dengan sangat bimbingan dan arahannya. Kalau memang salah ya mohon dibenarkan. Tapi nuwun sewu sangat, Bu Nyai. Anak bungsu kami ini orangnya agak manja. Jadi mohon nanti pengurus-pengurusnya agak keras saja tidak apa-apa.”

“Oh ya, namanya siapa ya, Pak?” tanya bu Nyai Kholifah yang usianya tiga tahunan lebih tua dari nyai Robia`ah.

“Ulya Fahma Abidah, Bu Nyai. Kami biasa memanggil dengan nama `Ulya’ saja,” terang kyai Ma`ruf.

Nyai Kholifah memandang Ulya nanap. “Baik, nanti Ulya tidak usah terlalu pusing ya dengan pelajarannya. Yang penting Ulya betah dulu di sini. Nanti kalau ada apa-apa, Ulya bilang saja sama mbak-mbak pengurus. Paham?”

Ulya mengangguk pelan, “Paham, Bu Nyai.”

“Kalau begitu, ayo, monggo hidangannya dicicipi dulu! Yaahhh, walaupun seadanya ya.., “ ucap Nyai Kholifah merendah.

Sementara bu Nyai Kholifah masuk ke dalam, kyai Ma`ruf menepuk bahu Ulya. “Tuh, dengar kan apa kata Bu Nyai? Kalau ada apa-apa, Ulya tinggal bilang sama mbak-mbak pengurus.”

“Tapi Ulya takut Ummi kalau sendirian?” ucap Ulya memanja kepada Nyai Robi`ah.

“Kamu tidak usah takut, nduk! Nanti di pondok pasti temannya banyak. Mbak-mbaknya juga baik-baik kok orangnya.”

“Tapi Ummi, Abah, mas Isan, Mbak Hilya, Mas Hasan, Mbak Fida, dan Mbak Sofi bakalan sering menengok Ulya kan?” tanya Ulya kepada orang-orang yang mengantarnya dengan iba.

“Iya.. iya.. nanti kami tengok tiga bulan sekali,” jawab nyai Robi`ah.

“Kok tiga bulan sekali? Aku maunya satu bulan sekali!!” kata Ulya berteriak. Suaranya melengking.

“Ssttt... tak baik di rumah orang berteriak-teriak... Ya sudah, nanti kalau kangen, Ulya tinggal telepon rumah. Ummi dan Abah bakal kesini untuk menjenguk Kamu, nduk.”

Ulya tersenyum puas. Kini ia menyeruput teh panas jamuan nyai Kholifah. Karena terlalu panas, ia minta abahnya untuk meniup-niup terlebih dahulu. Tak beberapa lama, nyai Kholifah keluar dari dalam bersama dengan seorang pengurus.

Lihat selengkapnya