Penantian Tak Ada Ujung

Sukron Tajudin
Chapter #5

Lima

“Ning masih menyimpan foto ini?” tanya Sofi terheran-heran, “Ya Allah! Hampir nggak percaya aku Ning.”

“Iyalah… mbak sendiri kan yang dulu minta?”

Sofi mengangguk ragu. Ingatannya menyusur masa silam.

“Kalau yang ini foto dimana Ning?” tanyanya lagi.

“Yang ini di Gresik. Pas liburan pondok. Tiga tahun lalu.”

Sofi manggut-manggut, kembali asyik memandangi foto tiap lembarnya. Ia tampak begitu khusuk membolak balik album foto ning Ulya.

“Mbak, nanti malam aku mau chatting-an lo sama mas Isan,” kata ning Ulya tiba-tiba.

“Terus, hubungannya sama aku apa?”

“Ih, biasa saja kali Mbak. Kok responnya nggak enak begitu.. kan aku cuman ngasih tau,” tangkas ning Ulya agak kesal.

“Astaghfirullahal adziem.. maaf Ning. Maaf. Akhir-akhir ini aku agak kecapaian. Tensi naik. Emang Ning bisa chatting-an?”

“Oh syukurlah, Mbak. kirain malah mbak lagi banyak masalah. Padahal tadi biasa-biasa aja perasaan... Aku nanti ajak Lutfi, Mbak. Mana bisa aku chattingan sendiri?”

“Oh, baguslah, titip salam aja deh dari salah satu santri puteri. Hehe…” bibir Sofi manyun sok imut. Lesung pipitnya menimbul.

Lihat selengkapnya