PENCABUT MATA

Wafa Nabila
Chapter #7

Bunyi Nguuung!

•••


Aku mengambil koran yang dilemparkan Turnet, memandang nanar halaman depannya yang masih berbau tinta basah. Judul utamanya tercetak tebal dan mencolok, ‘Jurnalis Yang Mati Mendadak’.

Di sampingnya, sebuah foto hitam-putih menampilkan Richard yang rebahan diberi tanda dengan kapur, tampak menyedihkan di bawah kilatan lampu blits.

Jurnalis itu menuliskan kematian Richard seolah-olah itu hanyalah sebuah tontonan pagi yang renyah bersama secangkir kopi. Aku jadi ingat saat menikmati pagi bersama Richard di tamanku. Kami mengoceh soal mata anjing yang bolong seakan seperti sarapan. Jadi, begini rasanya bila di posisi menjadi korban. Kurang etis. 

“Kita tidak punya banyak waktu, Addie.” Suara Turnet memecah lamunanku. Ia sudah berdiri di dekat pintu bilik, mengenakan jubah bewarna kelabu tua. 

“Dua orangku akan mengulas tape rekorder ini. Sementara kau dan aku, kita akan turun ke bawah. Ke studio cetak foto milik sahabatmu.”

Aku menelan ludah, tenggorokanku terasa kering sekali. Kutatap koran di tangan sekali lagi sebelum mrlipatnya menjadi kecil, kumasukkan ke dalam saku mantel.

“Baik, inspektur.”

Kami berjalan menyusuri lorong kediaman Richard yang terasa dingin, lembab, dan sedikit bau apak. Langkah kakiku menggema di atas lantai kayu bersamaan dengan langkah Turnet. Berbaur dengan kasak-kusuk polisi lain yang masih sibuk menggeledah sudut-sudut rumah. 

Di ujung lorong dekat dapur, pintu kayu oak yang tebal terbuka lebar, memperlihatkan tangga semen yang sedikit licin menuju kegelapan ruang bawah tanah.

Turnet menyalakan lampu minyak yang berada di meja. Tentu, tangannya tertutup sarung tangan. Ia membawanya turun, memimpin jalan ke kamar gelap tempat pencucian foto-foto Richard.

Bau cuka yang menyengat mulai tercium menusuk hidungku begitu kami menginjakkan kaki di lantai bawah.

Ruangan itu terlihat agak engap, remang dari lampu yang dibawa Turnet. Di sudut ruangan, berderet-deret tali jemuran kecil yang menjepit ratusan lembar foto hitam-putih. Semuanya adalah foto bangkai anjing-anjing dengan mulut yang menganga, lidah menjulur keluar dan matanya bolong. Serta ada beberapa foto manusia yang juga sama seperti anjing-anjing itu. Mengenaskan. 

Beberapa foto telah Richard tandai dengan spidol merah, ditandai membentuk lingkaran tak beraturan.

Lihat selengkapnya