Blurb
"Satu tetes air matanya adalah awal dari kiamat kecil."
Nala mengira hidupnya di keluarga Widagda adalah neraka paling dalam. Sampai ia bertemu Elan, remaja eksentrik yang menyeretnya kembali dari ambang kematian.
Elan ceria, Elan bebas, Elan... berbahaya.
Di balik senyum bodohnya, Elan memikul kutukan Sang Badai. Dunia akan hancur tiap kali ia tersakiti. Di bawah pengawasan ketat Klan Senna, Elan hanya menginginkan dua hal: persahabatan dengan Nala dan cinta dari Asa, guru fisikanya.
Namun, rahasia kelam dari rumah yang membuangnya mulai terkuak. Saat cinta berubah menjadi penderitaan, Elan harus memilih: memadamkan badai dengan nyawanya, atau membiarkan dunia tenggelam bersama air matanya?