Pengantin Sang Badai

Arslan Cealach
Chapter #1

Elan

Mungkin bagi orang lain tempat ini istana.

Tapi, bagi mereka, ini adalah peti mati dengan lampu kristal.

*

"Ingat ya, Elan. Sampai kamu membuat pelanggaran satu kali lagi kamu akan dikurung di kamar disiplin!" peringat seorang pria muda berpotongan rambut caesar cut yang mengenakan kaus Dolce & Gabana dan celana Eiger. Tidak lupa alas kaki kets Ventela. 

Namun, remaja berpotongan rambut textured fringe yang lima senti lebih tinggi di depannya tak menyikapi peringatan itu dengan serius. Hanya mengangkat dua telapak tangan dan bahunya. Menjawab, "Alah, sok-sokan nyebut tempat sialan itu kamar disiplin. Bilang aja ruang penyiksaan, penjara, atau... ada ide lain yang lebih realistis?" Ia tersenyum dengan lengkungan sinis di ujung bibir.

Plok. Pria muda yang tampak lelah menghadapi remaja di depannya menghela napas pendek sambil memegang dua pundak Elan. Kemudian berkata, "Bro, aku di sini untuk membantu kamu dalam SEGALA HAL. Jangan sia-siakan keberadaanku atau kamu benar-benar akan..."

"Benar-benar akan apa?" tanya Elan balik sambil melihat pemuda itu dengan tatapan menantang. "Kamu pikir aku bakal terus diam aja saat kalian ambil semuanya dari hidupku, hah? Dasar pesuruh Senna sialan!"

"LAN!" teriak pemuda itu. Menjauh selangkah sambil memegang kepala yang tiba-tiba terasa sakit. Entah nasib buruk macam apa yang membuatnya sampai harus jadi pelayan pribadi sekolah siswa "bermasalah" seperti Elan.

Lihat selengkapnya