Pengantin Sang Badai

Arslan Cealach
Chapter #12

Bunga Malapetaka

"Lan..."

"Sudah enam tahun aku di negara ini. Gak PERNAH SATU KALI PUN aku protes soal bagaimana mereka gak memperlakukanku seperti manusia normal, Kak Asa

"Pulang ke rumah harus diantar supir, aku nurut.

"Hanya bisa pulang ke rumah saat akhir pekan atau hanya saat diizinkan, aku nurut.

"Gak boleh pakai ini, gak boleh pakai itu. Gak boleh makan ini, gak boleh makan itu. Gak boleh nonton ini, gak boleh nonton itu. Harus belajar ini, harus menguasai yang itu. Semua aku lakukan tanpa kesalahan.

"Selama enam tahun.

"Dan sekarang, saat aku pengen ngambil sedikit aja istirahat dari semua hal gila yang udah terjadi... Apa itu masih gak diizinkan juga? Apa aku benar-benar gak punya hak sebagai..."

"Elvano Britt, waktunya tinggal dua tahun lagi, lho. Tinggal dua tahun sampai masa percobaan ini berakhir dan lu bisa bebas melakukan apa pun yang lu inginkan. Lu tau apa yang bakal terjadi sampai..."

"AKU TAU, KAK ASA! AKU YANG PALING TAU APA YANG AKAN TERJADI. KARENA ITU AKU UDAH BILANG KAN KALAU..."

"Mas, tolong tenang!" perintah suster yang kebetulan lewat.

"Maaf, Sus," ucapan Elan menundukkan kepala.

"Lu lagi di mana?" tanya Asa.

"Kantor pemadam kebakaran," jawabnya asal.

"Lan, ya znayu, eto nelegko. No ty zhe ponimayesh': vsyo stanet namnogo tyazheleye, yesli sluchitsya chto-to plokhoye. Eta burya nikogda ne utikhnet. Tebe nuzhno prosto proderzhat'sya yeshchyo chut'-chut', poka vsyo deystvitel'no ne naladitsya, pravda ved'? Ya govoryu tak, navernoye, kak yedinstvennyy chelovek, svyazannyy s Sennoy, kotoryy po-nastoyashchemu lyubit i zabotitsya o tebe. Ya ser'yožno, Lan. Tebe nuzhno nemedlenno vernut'sya v Krasnoye Obshchezhitiye, poka... (Lan, aku tau ini gak mudah. Tapi, kamu tau semua akan semakin berat kalau hal buruk terjadi. Badai itu gak akan pernah padam. Kamu hanya harus bertahan sedikit lagi sampai semua benar-benar baik-baik aja, 'kan? Aku bicara begini mungkin sebagai satu-satunya orang yang terafiliasi dengan Senna yang benar-benar sayang dan peduli sama kamu. Aku serius, Lan. Kamu harus kembali ke Asrama Merah saat ini juga sebelum...)"

"Kak Asa, menurutmu gimana kalau takdirku ternyata mati sebelum waktu hukumannya berakhir?"

"Lan, ini bukan hukuman. Berhentilah menganggap diri lu bersalah!"

"Oh, jadi aku gak bersalah, ya," ucapnya sambil menatap ujung sepatu pantofel seragam sekolahnya. Tidak cocok dengan pakaian kasual milik Nala yang ia kenakan.

Lihat selengkapnya