Pengantin Sang Badai

Arslan Cealach
Chapter #14

Diskusi Hidup Mati

Beberapa saat kemudian sesi konsultasi Nala dan Dokter Danas berakhir. Sekarang wanita itu harus memulai sesi konsultasi selanjutnya bersama Elan di kantin rumah sakit.

"Lho, lu mau ke mana?" tanya Nala bingung kenapa Elan malah keluar mengikuti dokter yang habis memeriksanya.

Elan tersenyum. "Gue makan dulu sebentar, ya. Lapar, bos."

Setelah menutup pintu, Dokter Danas berkata, "Seharusnya kamu tidak mengatakan sesuatu yang tidak bisa kamu tepati."

"..."

*

Di kantin rumah sakit. Mereka ditemani dua gelas jus mangga muda yang diblender dengan kecepatan sedang hingga menghasilkan tekstur yang tak sepenuhnya lembut.

DR. Dr. Danastri Schylar, SpKJ (K) secara resmi merupakan ketua dari kelompok dokter yang mengawasi perkembangan serta pendidikan para siswa yang tergabung sebagai Animal de Compagnie alias penghuni Asrama Merah di Sekolah Menengah Atas Senna Academy.

Elan hanya bisa terdiam tanpa sedikit pun mengucapkan sesuatu. Keringat dingin mengucur deras dari tubuhnya. Ia benar-benar tak bisa melihat wajah wanita paruh baya yang sedang duduk di hadapannya.

"Sekarang apa yang ingin kamu lakukan, Elan?" tanya Dokter Danas dengan nada suara yang datar dan juga dingin. Membuka obrolan "ringan" mereka.

Lihat selengkapnya