Pengantin Sang Badai

Arslan Cealach
Chapter #15

Back to the Dark

Setelah menarik napas dan menghembuskannya kembali, badai yang sempat hampir mengamuk dalam kepala kembali mereda. 

Dokter Danas tidak serta merta emosi. Ia hanya memegang dahi dan berkata, "Jangan mulai bermain drama, Elvano Britt Senna! Dari dulu saya sudah selalu kerepotan karena anak-anak seperti kamu. Kamu tidak sekolah di Senna Academy dan hidup di negeri ini untuk hancur seperti ini, 'kan?" tanya wanita itu.

"Memang bukan. Tapi, ambisi menghancurkan diri saya sendiri," jawab Elan. Memalingkan muka. 

"Akan saya ceritakan suatu kisah yang menarik," ucap Dokter Danas.

"..."

"Bicara soal ambisi, ambisi saya sebenarnya jadi seniman. Tapi, kedua orang tua saya memaksa saya untuk jadi dokter agar pantas bergabung dengan Klan Senna. Saya tidak bicara sebagai dokter sekarang. Saya bicara sebagai manusia. Seorang manusia harus berdiri teguh untuk sesuatu yang benar-benar mereka inginkan, Elan. Dan selalu ada pengorbanan untuk itu. Begitu juga dengan kamu."

Elan tak mengatakan apa pun. Ia mendirikan tubuh. Hanya ingin segera pergi untuk mengakhiri percakapan yang tak akan pernah menemukan titik klimaksnya itu. 

*

Saat kembali ke kamar Nala, tak ada orang lain di sana. 

"Mama lu mana?" tanyanya. Berniat membuat perhitungan dengan wanita itu.

Nala tampak lega saat melihat Elan masih kembali. "Baru aja keluar. Ada urusan. Biasa. Eh, Lan gue..."

Elan tersenyum. "Sebentar ya, Nal. Gue harus ketemu sama Tante Inaranti."

"Cih, buat apa, sih? Mendingan kita..."

Lihat selengkapnya