"Veistu af hverju fjölskylda okkar hefur nafnið Sommerhail? (Apa kamu tahu kenapa keluarga kita memiliki nama Sommerhail?)" tanya seorang pria pada putra kecilnya yang masih berusia lima tahun dalam Íslenska atau bahasa Islandia. Mereka sedang berada di halaman belakang sebuah kediaman yang sangat besar di tengah udara dingin yang menggigit tulang.
Anak itu menjawab dalam Lëtzebuergesch atau bahasa Luxembourg, "Ech weess net, Papp. Ech däerf net an d’Haaptbibliothéik eragoen wéi déi aner (Aku tidak tau. Aku tidak diizinkan masuk ke perpustakaan utama seperti yang lain)."
"Hail betyder ros, min dreng. Og sommer betyder sommer. Navnet betyder et håb for vores land, som altid har været dækket af is. Så der altid er en ild, der brænder inde i stormen. Og giver liv til alle mennesker på denne jord (Hail adalah pujian. Sementara sommer adalah musim panas. Nama itu bermakna harapan untuk negeri kita yang sejak dulu selalu dilapisi oleh es. Agar selalu ada api yang menyala di dalam badai. Memberi kehidupan pada semua orang di tanah ini)," beritahunya dalam dansk atau bahasa Denmark.
"Le pays qui est toujours recouvert de glace. Comme Arendelle. Est-ce qu’on a une princesse qui contrôle la neige, papa? (Negeri yang selalu dilapisi es. Seperti Arendelle. Apakah kita punya tuan putri yang mengendalikan salju?)" tanyanya semangat dalam Français atau bahasa Perancis.
Pria dengan rambut pirang Skandinavia itu tersenyum sebelum menggeleng kemudian menjawab dalam bahasa asli negeri mereka, Sommervell, "∆∆∆ ∆∆∆∆∆ ∆∆∆ ∆∆∆∆∆ ∆∆∆∆∆ ∆∆∆∆ ∆∆∆∆∆∆ ∆∆∆∆∆∆ ∆∆∆∆ ∆∆ ∆∆∆ ∆∆... (Kita tidak pernah punya putri yang bisa mengendalikan salju. Yang kita miliki hanya raja yang bisa mendatangkan badai. Itu kenapa)..."
"Dikon? (Kenapa?)" tanyanya dalam bahasa Papiamento.
"Wir alle müssen Sonnen sein, die den Sommer für dieses Land bewahren, mein Junge. Damit alle Menschen hier glücklich bleiben und leben können. Deshalb heißen wir Sommerhail (Kita semua harus jadi matahari yang menjaga musim panas untuk negeri ini. Untuk semua orang agar mereka bisa terus merasa bahagia dan hidup. Itulah kenapa kita Sommerhail)," jawabnya dalam Deutsch atau bahasa Jerman.
Anak itu ikut menjawab dalam bahasa Jerman, "Ain Zommer für alle Menschen zu sein. Das ist eine tolle Idee, Papa. Ich würde mich freuen, wenn ich immer Licht und Wärme für die anderen geben könnte. Ich schwöre es. Ich werde unsere Familie mit allem beschützen, was ich kann (Menjadi musim panas untuk semua orang. Ide yang bagus. Aku akan senang jika selalu bisa memberi cahaya dan kehangatan untuk orang lain. Aku bersumpah. Aku akan menjaga keluarga kita dengan semua yang aku bisa)."