(Note: Prosedur medis asli wajib dilakukan oleh tenaga medis profesional. Informasi pertolongan pertama yang akurat harus selalu merujuk pada panduan resmi dari lembaga kesehatan otoritatif (seperti PMI atau AHA.)
*
Sekujur tubuh Megan seolah membeku tanpa bisa digerakkan sama sekali saat menyaksikan pemandangan di dalam bathtub.
"ELAN!!!" pekiknya.
Ia segera berlari menghampiri bathtub berwarna putih gading itu.
Bruaakh. Tubuhnya terjatuh karena seluruh lantai telah dituangkan sabun mandi dan shampo.
Tetap tenang, ia segera bangkit dan merangkak pelan. Dengan hati-hati dan perlahan ia keluarkan tubuh remaja itu dan menyeretnya kembali ke kamar.
Ini... sangat berbahaya. Baik untuk Elan maupun dirinya. Bagaimanapun juga ia pasti akan dimintai pertanggungjawaban penuh karena membiarkan Elan mengalami hal seperti ini.
Ia amati GPS ankle monitor di pergelangan kaki kanan Elan. Setelah dipikir lagi tanpa emosi sebenarnya itu memang agak berlebihan, sih.
Ia baringkan tubuh remaja itu di lantai. Ia periksa napasnya sekitar sepuluh detik. Karena ia tak bisa membiarkan siapa pun tau soal ini sekarang, ia harus berusaha membangunkan Elan sendiri bagaimanapun caranya.
Ia tengadahkan kepala (head tilt-chin lift) remaja itu untuk membuka jalan napas. Setelah itu beri napas buatan atau Rescue Breaths.
Jika korban tidak bernapas, berikan lima kali napas buatan dari mulut ke mulut.
Cubit hidung setelah itu tiup mulut korban hingga dada terangkat.
Jika belum sadar juga, lakukan RJP.
"Gawat... gawat, gawat, gawat. Dia belum sadar juga. Tenang, Megan, tenang."
Meski agak panik, setelah itu ia melakukan kompresi dada tiga puluh kali diikuti dua napas buatan dengan asio 30:2. Tekan dada dengan kedalaman lima sampai enam senti ldengan kecepatan 100-120 kali per menit.