Blurb
Aku tengah asyik bermain dengan balitaku yang kurang lebih berumur satu tahun. Senyum manis menyapa kalbuku ke yang terdalam. Saat ini berada di kamar saat gadis dulu. Ya pastinya ini kamar favorit, tapi kini berganti kepemilikan menjadi kamar adik perempuaku.
Rasanya sangat tidak adil, kamar yang seharusnya milikku ini tidak diganggu siapapun meski aku sudah pindah rumah, ikut dengan suami. Semua isi kamar berubah sembilan puluh sembilan persen menyisakan stiker dinding. Semuanya di masukkan ke dalam lemari, bajuku tidak luput dipakainya. Ah! ingin sekali aku meluapkan emosiku, tapi aku memilih diam.
Sesekali aku menguap padahal suasana di luar masih sangat terang. Sehingga cahayanya menerobos masuk lewat celah papan jendela. Bersamaan dengan itu, tiba-tiba terdengar ketukan dari arah pintu luar. Langsung saja kubuka pintu, terlihat seorang lelaki paruh baya menatapku tanpa ekspresi.
"Apa kamu bahagia dengan suamimu?" tegas bapak.
kenapa tiba-tiba bapak bertanya seperti itu padaku? sekejab aku bertanya-tanya dalam hati. Padahal aku tidak pernah menceritakan masalah rumah tanggaku kepadanya. Apa mungkin ia hanya sekedar bertanya?