Memilih memotong jalan karena jaraknya tidak terlalu jauh. Ya, walaupun harus melewati perkebunan milik tetangga. Kebetulan cuaca saat ini gerimis. Kalau saja suami yang ambil pesanan mungkin aku tidak begini. Tapi buat apa juga meminta tolong padanya, pasti tetap aku yang ambil.
Sepanjang perjalanan yang licin membuatku merintih, dengan keadaan hamil harus turun naik perbukitan hanya demi sebuah jagung. Pikiranku kalut, berjalan pun dengan tatapan kosong. Entah bagaimana kaki terasa sangat perih, ku lihat lebih teliti ternyata ada duri menancap tepat di bawah telapak kaki.
Ahh! Sial banget, sih! Istri lagi ngidam tetap harus aku yang bertindak. Belum lagi ada titipannya tidak boleh lupa dan salah sekalipun tetap aku yang diceramahi.
Tak terasa lelah yang teramat sangat mengganggu pernapasanku. Ditambah luka dikaki membuatku mengumpat sesekali menoleh ke belakang. Berharap suami mengejar untuk sekedar membujuk amarahku. Ternyata tidak sama sekali. Emang dasar!
Sungguh nelangsa nasibku, harus melewati perkebunan ini, ditambah rute jalannya sangat curam. Memang rute ini selalu dilewati penduduk, tapi aku 'kan sedang hamil. Kalau aku jatuh terpeleset dan terguling itu tidak lucu!
Ku menangis tanpa suara itu sangat sakit! Perjalanan hampir sampai ke jalan utama.
Tiba-tiba terdengar suara deru motor perlahan mendekati langkahku. Namun, suara itu mengalahkan kecepatan langkahku. Terpaksa aku hapus jejak air mata, tapi mungkin terlihat dari mataku yang sembab juga bola mata memerah. Takut ketahuan, jadi ku berjalan sedikit tertunduk.
"Mau kemana, neng?" tanya Dirga menoleh ke arahku tetap berpacu dengan motornya.
"Mau ke warung!" timpalku menatap singkat kearahnya.
Dirga adalah teman suamiku, ia sering melewati rumah kami saat pergi ke kebunnya. Jadi, tidak segan untuk sekedar bertegur sapa.
Akhirnya motor itu melesat pergi meninggalkanku sendiri. Karena buat apa juga aku dibonceng, aku bukan istrinya. Lagi pula aku pun tak Sudi, apa kata orang nanti.
Ah sudahlah, setelah beberapa menit berjalan kaki akhirnya sampai juga di warung yang menjadi tujuanku. Tampak beberapa orang tengah memilah barang belanjaan dari warung tersebut. Sesegera mungkin aku ikut serta ke rombongan tersebut.
WUSHH!!!