Pengkhianatan yang terlalu dekat

Sukma setia
Chapter #4

Seegois itu

‎Huh! Apa boleh buat, aku harus membawa belanjaan dengan berjalan kaki hanya seorang diri. Setelah keluar dari warung, mereka membincangkan aku yang tengah hamil tapi tidak diantar suaminya.

‎"Suaminya gak kasian, ya? liat istrina, ke warung jalan kaki, mana jauh juga"

‎Ucap salah satu dari mereka, membuatku menahan emosi, ku balas dengan senyum tipis lalu melangkah ke arah jalan pulang.

‎Siapa juga, sih yang mau istrinya hamil terus jalan jauh begini? Ya! hanya suamiku.

‎Sesampainya di depan rumah. Aku tidak langsung terburu-buru membuka pintu. Aku berjalan ke pojok rumah untuk menghampiri drum berisi air khusus menampung pembuangan air dari atap dikala musim penghujan saja.

‎Kaki penuh dengan tanah merah, hasil cipratan si sendal jepit. Untung saja tidak terpeleset, Tuhan masih melindungi ku.

‎"Neng!"

‎Terdengar panggilan dari dalam rumah. Kubalas saja nanti setelah masuk ke dalam rumah. Aku masih fokus membersihkan kaki, terdengar suara langkah kaki mendekati pintu.

‎Krek!

‎Suara kunci pintu di buka lalu terbuka pintu depan rumah. Terpampang seorang lelaki dengan wajah dingin mencari kehadiran wanita ini. Aku memang melihatnya, tapi terserah! Kakiku lebih utama.

Lihat selengkapnya