Blurb
Di antara skripsi, cinta, persahabatan, dan mimpi yang belum selesai.
Namanya Franky Saputra. Namun, sejak kecil hampir semua orang lebih mengenalnya dengan nama Pengki. Bahkan, teman-teman terdekatnya punya panggilan yang lebih parah: Rombeng.
Di usianya yang menginjak dua puluh satu tahun, Franky sedang berada di persimpangan kehidupan mahasiswa tingkat akhir. Skripsi yang tak kunjung selesai, dosen pembimbing yang menunggu revisi, dan seorang pacar bernama Rara yang punya kesabaran setipis kulit bawang setiap kali Franky mulai mengabaikan tanggung jawabnya.
Di balik tingkahnya yang konyol dan kebiasaannya mencari alasan, Franky menyimpan satu impian besar: menjadi pemain sepak bola profesional dan suatu hari mengenakan jersey Tim Nasional Indonesia dengan nama FRANKY di punggungnya.
Bagi Franky, sepak bola bukan sekedar hobi. Lapangan hijau adalah tempat di mana dia bisa menjadi dirinya sendiri, melupakan sejenak segala kerumitan hidup, dan merasa bahwa mimpinya masih mungkin untuk diraih.
Ketika sebuah turnamen antarkampus membuka kesempatan untuk kembali menunjukkan kemampuannya, semangat Franky pun kembali membara. Sayangnya, mengejar mimpi tidak semudah menggiring bola melewati pemain lawan.
Ada skripsi yang harus diselesaikan, hubungan yang harus dijaga, sahabat-sahabat dengan segala tingkah ajaibnya, serta berbagai kejadian tak terduga yang siap membuat hidupnya semakin berantakan.
Di tengah semua kekacauan itu, Franky harus belajar bahwa mengejar mimpi bukan berarti mengabaikan tanggung jawab, dan menjadi dewasa bukan berarti harus berhenti bermimpi.
Ini bukan sekedar cerita tentang sepak bola. Ini adalah cerita tentang cinta, persahabatan, tawa, kegagalan, dan seorang pemuda yang berusaha membuktikan bahwa di balik nama Pengki Rombeng, ada Franky yang punya mimpi besar.