Penjaga Ambang - Ketika Pintu Antara 2 Dunia Terbuka

Mohammad Riza
Chapter #14

Bab 14: Warisan Yang Tak Diminta

"Apa rencana kalian setelah ini?" tanya Firman setelah bercerita.

"Mungkin kami harus melaporkan kejadian ini. Kami udah bawa beberapa dokumen yang kayaknya penting," jelas Fajar.

"Mmmh ... Bisa kalian coba, tapi akan sulit. Harus bisa benar-benar meyakinkan."

Di belakang terlihat Arkan membuka dan membaca dokumen-dokumen yang dia bawa, sambil mendengarkan cerita Firman.

"Kenapa Pak Firman diam selama ini?" tanya Maya dengan tajam. Ini pertama kali Maya bersuara sejak keluar gedung.

Firman menatap Maya sejenak. "Mereka tahu saya ada di sana malam itu. Mereka tidak bilang apa-apa, tidak mengancam secara langsung. Tapi saya punya keluarga." Ia menggeleng pelan. "Pengecut? Mungkin. Tapi waktu itu saya pikir diam adalah pilihan terbaik."

"Dan sekarang?" tanya Fajar.

Firman menarik napas lagi. "Sekarang saya lihat anak-anak seusia kalian masuk ke gedung itu. Saya juga tadi lihat makhluk yang lari keluar dan berkeliaran di dunia kita." Matanya berpindah ke satu per satu wajah di hadapannya, lalu berhenti di Adit. "Dan saya lihat wajah Bima di wajah anaknya. Saya pikir, sudah cukup lama saya diam."

Tatapan Maya masih tajam terhadap Firman.

"Pak Firman," panggil Arkan tiba-tiba. "Dimensi lain itu bisa dihuni manusia kan? Tapi tidak lama ya?" tanyanya sambil membolak-balik beberapa kertas.

Semua serentak menengok ke arah Arkan.

"Betul. Dari beberapa percobaan melintas, kita mendapati atmosfernya berbeda, ekosistemnya berbeda. Tidak semua manusia bisa bertahan lama di sana," jelas Firman. "Kenapa kamu tanya itu?"

"Satu teman kami terlempar masuk ke dalam retakan itu." Dinda menjawab pelan.

"EH! Ada yang masuk?" Firman terkejut, lalu memandang anak-anak satu persatu. "Oh iya! Sebelumnya kalian berenam. Apa yang terjadi?" Firman mulai panik.

Adit menjawab dengan suara berbisik, "Dia mau mencegah saya tersedot masu ..."

"... panjang kalau diceritain." potong Maya.

-----

Firman mengarah ke Arkan, "Kamu sudah baca dokumen-dokumennya?"

Arkan mengangkat kepalanya. "Belum semua. Cuma sebagian besar yang saya bawa, sudah saya baca."

"Oke. Teman kalian ... mm ... siapa namanya?" tanya Firman.

"Riko."

"Iya Riko. Kemungkinan dia masih selamat. Karena di sana ada oksigen yang bisa dihirup dan ada cahaya matahari, walaupun berbeda," lanjut Firman. "Tapi karena berbeda, kalau kondisi genetiknya tidak kompatibel, kondisinya akan memburuk tiap harinya. Bahkan ..."

"Wait. Tadi Pak Firman bilang TIDAK SEMUA bisa bertahan lama. Pengertian lama di sini tu berapa lama, Pak? Dan berarti ADA yang bisa bertahan lama?" potong Fajar sambil memajukan tubuhnya.

Firman berdehem lalu terdiam.

"Tergantung kondisi fisik. Tergantung seberapa dalam area dimensinya." Firman akhirnya berkata. "Tapi dari data yang kami punya ... dalam kondisi terbaik, kurang lebih tiga hari atau plus minus 72 jam. Dalam kondisi terburuk ..."

Lihat selengkapnya