Blurb
Rumah tidak selalu berupa dinding dan atap.
Kadang ia berwujud suara yang tetap tinggal ketika orang yang kita cintai telah lama pergi.
Ketika Kopitaloka—kedai kopi kecil milik Sena—berada di ambang penutupan, seorang pria tua bernama Anwar datang membawa sebuah kotak yang telah dijaganya selama bertahun-tahun. Di dalamnya tersimpan kaset-kaset lama berisi suara Saras, ibu Sena yang telah tiada.
Melalui rekaman-rekaman itu, Sena kembali mengenal sosok ibunya, menyusuri kisah Lereng Wangi yang pernah menjadi tempat singgah banyak orang, serta menemukan jejak-jejak cinta, persahabatan, dan harapan yang selama ini luput dari pandangannya.
Di antara aroma kopi, surat-surat lama, dan cerita para pengunjung yang datang silih berganti, Sena perlahan memahami bahwa rumah bukanlah tempat yang selalu bisa kita tinggali.
Kadang rumah adalah kenangan yang dijaga.
Kadang rumah adalah seseorang yang memilih bertahan.
Dan kadang rumah adalah suara yang tetap menemani kita pulang, bahkan setelah pemiliknya telah lama menghilang.
Penjaga Suara yang Hilang adalah kisah hangat tentang kehilangan, keluarga, dan pencarian rumah dalam bentuk yang paling tak terduga.