Penjaga Suara Yang Hilang

Indra Afriza Arsad
Chapter #5

Musim yang Mulai Pendek

Beberapa perubahan datang begitu pelan sehingga orang baru menyadarinya setelah semuanya berbeda. Awalnya hanya batuk. Batuk kecil yang muncul sesekali. Lalu hilang. Kemudian kembali. Lalu datang lebih sering. Tidak cukup mengkhawatirkan. Tidak cukup serius untuk membuat Saras menghentikan pekerjaannya. Hanya cukup untuk membuat Anwar sesekali berkata,

"Periksa ke dokter."

Dan seperti biasa, Saras menjawab,

"Nanti."

Kata yang dalam kamus sebagian orang bisa berarti besok. Namun dalam kamus Saras bisa berarti berbulan-bulan.

***

Lereng Wangi tetap ramai. Radio tetap mengudara. Sena kecil tetap berlarian. Dan kehidupan terus berjalan. Seolah tidak ada yang berubah. Namun tubuh manusia sering kali lebih jujur daripada pemiliknya.

Saras mulai lebih cepat lelah. Biasanya ia mampu berdiri dari pagi sampai malam. Sekarang menjelang sore punggungnya mulai terasa berat. Biasanya ia mengangkat karung kopi tanpa berpikir. Sekarang ia harus berhenti sebentar sebelum melanjutkan. Biasanya ia pulang dari studio radio sambil berceloteh sepanjang jalan. Sekarang lebih sering diam.

Menikmati malam. Menikmati angin. Menikmati hal-hal yang dulu dianggap biasa.

***

Suatu sore Anwar datang membawa sekantong jeruk.

"Duh, jeruk lagi." kata Saras. "Aku sehat."

"Aku gak bilang kamu sakit."

"Jeruk itu bahasa halus orang Indonesia."

Anwar tertawa. "Lalu?"

"Kalau dikasih jeruk berarti dianggap sakit."

"Kalau dikasih apel?"

"Itu sakit yang lebih mahal."

Mereka tertawa bersama. Namun setelah tawa mereda, Anwar memperhatikan sesuatu. Saras lebih kurus. Sedikit. Nyaris tidak terlihat.

Tapi cukup bagi seorang sahabat untuk menyadarinya.

***

Malam itu hujan turun.

Lereng Wangi sudah tutup. Sena kecil tertidur di kamar. Lampu dapur menjadi satu-satunya cahaya yang masih menyala. Saras duduk sendiri sambil memegang secangkir teh. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ia tidak menyalakan radio. Ia hanya mendengarkan hujan.

Dia merasa suara hujan malam itu terdengar lebih indah dari biasanya.

***

Lihat selengkapnya