“BAJINGAN!” Manusia telanjang dengan pipi merah merona berteriak dari atas bukit, menmberontak dari kepungan orang-orang sapi, “Manusia jahanam kalian semua! Mengambil para perawan untuk dijadikan budak hasrat setan kalian, jahanam kalian semua, dasar iblis!”
“Anak buangan macam kalian semua ini memang bahan mentah untuk dijadikan budak! Apa yang kalian harapkan dari orang-orang yang memungut dari jalanan? Berharap dijadian anak kesayangan? Bodoh kau!” Orang sapi tinggi itu meludah pada wajah mungil merah merona, menampar pipinya yang gemuk dan merah menjadi lebih merah masam.
“Kalian pembunuh!”
“Kami hanya membunuh yang sudah rusak, siapa yang mau meniduri manusia yang telah digerogoti sifilis? Menjijikkan.”
Orang telanjang berpipi merah itu melirik mayat Munir yang bahkan belum di pungut, darahnya masih bercucuran menggenang di cekung bebatuan, dia melirik pada lautan yang jauh dari ketinggian, melirik pula pada tiga manusia telanjang yang menangis tersendat-sendat, ketakutan menunggu ajal.