Penjara Tika

Muhammad Sapril
Chapter #34

Tangisan Pertama dan Terakhir

Sambungan telepon itu sudah terputus puluhan menit yang lalu, tetapi tanganku masih mengambang di udara, berusaha meraih sesuatu yang tak lagi eksis. Layar ponsel di lantai marmer itu telah gelap gulita, memantulkan bayangan samar-samar wajahku yang kacau balau di bawah temaram lampu gantung Baccarat.

Di dalam ruang keluarga apartemen senilai puluhan miliar ini, tak ada suara lain selain isakan napasku yang patah-patah. Sebuah ironi paling sadis yang pernah diciptakan takdir. Aku menghabiskan seluruh masa remajaku, mengorbankan karier idealku, menekan kewarasan suamiku, dan membuang separuh dari keluargaku hanya untuk bisa duduk di ruangan semacam ini, ruangan kedap suara yang bau udaranya disaring oleh mesin pembersih impor dari Swiss, dihiasi lukisan maestro asli, dan beralaskan karpet handmade dari Turki. Aku mendaki ribuan anak tangga kelicikan hanya untuk memastikan aku tidak pernah lagi kelaparan atau dihina orang.

Dan kini, setelah aku mencapai puncak dari menara Babel yang kubangun dari kebohongan ini, aku menyadari bahwa pemandangannya ternyata mengerikan. Di atas sini tidak ada siapa-siapa. Udaranya terlalu tipis untuk dihirup, dan aku sendirian.

Aku merangkak, ya, benar-benar merangkak layaknya binatang buas yang tulang punggungnya telah dipatahkan, mendekati sofa kulit Chesterfield. Aku menyandarkan kepalaku yang terasa seberat timah di bantalan sofa itu.

Aku membiarkan bendungan itu jebol sepenuhnya. Tangisan pertamaku malam ini bukanlah air mata buaya seorang korban, bukan pula air mata narsistik ibu kota yang merasa insecure karena perhiasannya kalah berkilau dari tetangganya.

Tangisan ini adalah cairan busuk hasil dekomposisi nuraniku. Ini adalah tangisan permohonan maaf yang terlambat jutaan tahun cahaya, yang tidak akan pernah sampai kepada telinga orang-orang yang paling kubutuhkan pengampunannya.

Aku menangis meraung-raung, meremas rambut panjangku dengan kedua belah tangan hingga kulit kepalaku terasa perih.

Lihat selengkapnya