Langit perlahan meredup, bukan menjadi gelap, melainkan seperti sebuah sistem yang sedang memfokuskan sesuatu. Peta dunia yang sebelumnya terbentang luas mulai menyempit secara bertahap, satu per satu wilayah memudar tanpa suara, Northern Dominion menghilang lebih dulu, disusul Western Federation, lalu Southern Frontier yang redup perlahan, hingga Central Nexus tertutup cahaya tipis yang akhirnya ikut lenyap.
Tersisa satu.
EASTERN ALLIANCE
Wilayah itu tidak hanya bertahan, ia diperbesar. Titik-titik kota di dalamnya berkembang menjadi lebih jelas, lebih detail, seolah sistem sengaja membuka layer yang sebelumnya disembunyikan. Jalur perdagangan terlihat seperti urat nadi yang hidup, sementara pergerakan resource mengalir seperti darah yang menjaga dunia tetap berjalan.
“…ini detailnya naik.”
Zeth menyipitkan mata.
Evander tidak menjawab. Fokusnya sudah terkunci pada satu titik.
Carte City.
Cahayanya tidak paling terang, tidak juga paling ramai. Namun stabil. Tidak bergejolak, tidak padat berlebihan, sebuah kota yang tidak menarik perhatian… justru karena belum menjadi pusat.
Sebuah notifikasi muncul.
[CITY SELECTION AVAILABLE]
[CHOOSE YOUR STARTING CITY]
Reaksi langsung pecah di antara pemain lain. Beberapa buru-buru memilih, beberapa panik, sebagian hanya mengikuti arus.
Zeth menghela napas pelan.
“Insting semua orang sama ya…”
“Karena mereka nggak ngerti.”
“…dan kita ngerti?”
Evander terdiam sejenak, lalu menjawab tanpa berusaha terlihat benar.
“…belum.”
Hening.
Tapi bukan ragu.
Kesadaran.
Evander kembali melihat Carte City, kali ini lebih dalam. Ia tidak terburu-buru seperti yang lain, tidak juga terpancing oleh kota terbesar. Matanya membaca wilayah sekitar, stabilitas, potensi konflik, distribusi resource. Tidak sempurna, tapi cukup. Dan dalam sistem seperti ini, “cukup” seringkali lebih berharga daripada “terbaik”.
“…ini awal.”
“Lo yakin?”
Evander mengangguk kecil.
“Kalau mulai dari atas… kita cuma ikut arus.”
Zeth langsung paham.
“Kalau mulai dari bawah…”
“…kita bikin arus sendiri.”
“…oke.”
Evander mengangkat tangannya, bukan untuk menyentuh, melainkan untuk fokus. Panel merespon langsung tanpa input fisik.
[SELECT CITY: CARTE CITY]
Satu detik.
Dua detik.
[CONFIRM SELECTION?]
Tidak ada efek. Tidak ada tekanan.
Yes.
Cahaya kota itu menyala lebih terang.
[SELECTION CONFIRMED]
[ASSIGNING ROLE…]
“…udah masuk.”
Dunia berubah, bukan dengan sensasi berpindah, melainkan dengan cara yang lebih halus. Lingkungan di sekitar mereka tidak “diganti”, tapi dibentuk ulang. Tanah kosong berubah menjadi jalan kota, bangunan muncul di kiri dan kanan, struktur menjadi lebih padat dan terasa hidup.
Suara mulai muncul perlahan.
Angin di antara gedung.
Langkah kaki.
Aktivitas.
Mereka tidak lagi berada di area awal.
Mereka sudah berada di dalam kota.
“…ini beda.”
“Ini bukan tempat mulai.”
“Terus?”