Perang Informasi

Rian Nugraha
Chapter #3

BAB 2 - Hutan Ordelia

Cahaya mentari pagi menyusup pelan melalui kabut debu, menerangi reruntuhan Kota Bastiron yang porak-poranda. Tak ada nyawa tersisa. Hanya angin dingin yang berhembus, membawa serpihan abu beterbangan di udara.

Asap tipis masih mengepul di antara puing-puing bangunan yang hangus. Bendera Varendra yang terkoyak berkibar lemah di puncak tiang. Tanda akhir dari kota yang telah jatuh.

Ribuan prajurit infanteri Sundara memasuki kota dengan langkah waspada. Sepatu bot mereka menginjak puing yang rapuh, namun tak ada suara selain derap langkah berat dan napas yang tertahan. Tak ada mayat. Tak ada perlawanan. Hanya keheningan yang menusuk.

“Terlalu tenang...” gumam Jenderal Theron Valka.

Dia berhenti, berjongkok, lalu meraih segenggam tanah. Tanah itu terasa dingin di telapaknya. Dia menatapnya lama, seolah mencari jawaban di sana.

“Mereka sudah pergi,” katanya pelan. “Meninggalkan Bastiron.”

Valka berdiri. Angin menyapu jubahnya saat dia berjalan menuju barisan tank yang berjajar rapi. Beberapa prajurit di atas tank sedang membuka peta, jari mereka menelusuri jalur yang kemungkinan diambil musuh.

“Ordelia...” ucapnya dalam-dalam, menarik napas panjang. Nama itu terasa berat di lidahnya.

Di depan, gunung-gunung tinggi menjulang gagah, lerengnya curam dan berbatu tajam. Hutan lebat di kakinya tampak gelap dan tak berujung.

Valka berjalan tenang di antara deretan kendaraan lapis baja. Tangan kanannya terangkat, berputar sekali di udara. Isyarat tegas.

“Semua maju,” suaranya lantang dan mantap. “Kita serang Ordelia.”

Lihat selengkapnya