Perang Informasi

Rian Nugraha
Chapter #14

BAB 13 - Serangan Balik Varendra

Hujan deras mengguyur Varentis sejak sore, seolah langit ikut menangisi kekacauan yang melanda ibu kota. Di dalam Istana Kepresidenan, suasana jauh lebih panas daripada badai di luar.

Viktor Ravendra berdiri di tengah ruang rapat darurat, kedua tangannya mengepal di atas meja kayu mahoni. Layar besar di depannya memutar ulang video deepfake untuk kesekian kalinya. Suaranya sendiri memerintahkan pelanggaran genjatan senjata dan tindakan keras terhadap demonstran.

“Berhenti!” bentak Viktor. Suaranya menggelegar, memecah keheningan ruangan.

Para menteri dan kepala staf terdiam. Karvadan, Menteri Keamanan Negara, menunduk. Wajah Viktor merah padam, urat-urat di lehernya menonjol. Untuk pertama kalinya sejak perang dimulai, dia kehilangan ketenangan.

“Ini bukan perang biasa lagi,” katanya dengan suara bergetar karena amarah. “Mereka tidak hanya menyerang Bastiron dan Ordelia. Mereka menyerang otak rakyat kita. Mereka mencuri wajahku, suaraku dan menggunakannya untuk menghancurkan negaraku dari dalam!”

Dia menoleh tajam ke arah Karvadan dan Panglima Militer.

“Besok pagi aku mau lihat serangan balik yang nyata. Aktifkan semua buzzer kita. Suruh setiap menteri turun ke media. Gunakan seluruh saluran televisi, radio dan platform digital. Klarifikasi setiap kebohongan itu. Umumkan bahwa ini adalah serangan digital terkoordinasi dari Sundara!”

***

Keesokan harinya, serangan balik dimulai. Pukul delapan pagi, seluruh stasiun televisi nasional disatukan dalam siaran langsung khusus. Presiden Viktor muncul dengan wajah tegas, meski terlihat lelah.

“Ini adalah serangan informasi paling keji yang pernah dilakukan Sundara terhadap Varendra,” katanya dengan nada tegas.

“Video-video palsu yang beredar adalah hasil rekayasa AI. Aku tidak pernah mengatakan kata-kata itu. Pemerintah telah membentuk tim forensik independen yang akan membuktikan keaslian rekaman ini sebagai manipulasi.”

Di belakangnya, deretan menteri duduk dengan ekspresi serius. Menteri Informasi dan Komunikasi naik ke podium, menjelaskan detail teknis. Ketidaksesuaian gerakan bibir, anomali bayangan dan ketidakcocokan pola suara.

Lihat selengkapnya