Perang Informasi

Rian Nugraha
Chapter #17

BAB 16 - Kartu As Sundara

Pagi menyingsing di Sundapura dengan langit yang cerah, hampir terlalu indah untuk sebuah negara yang sedang berperang. Sebuah helikopter hitam mendarat mulus di helipad pribadi Istana Presiden.

Prakarsa turun lebih dulu, diikuti Raven, Kael dan Lyra. Angin pagi menerpa jas mereka. Keempatnya terlihat lelah setelah Pertempuran Buzzer yang melelahkan, tapi mata mereka masih tajam.

Kaelen Viresta sudah menunggu di ujung landasan, seragamnya rapi seperti biasa.

“Presiden ingin bertemu kalian langsung,” kata Viresta singkat. “Ini bukan pertemuan biasa.”

Mereka berjalan menyusuri koridor istana yang megah. Langkah kaki mereka bergema di lantai marmer. Prakarsa merasakan beban yang semakin berat. Bukan karena takut, tapi karena dia mulai menyadari betapa dalam dia sudah terlibat.

Ruang kerja pribadi Presiden Suryan Arka terletak di sayap timur istana. Pintu ganda terbuka, memperlihatkan ruangan luas dengan dinding berpanel kayu gelap dan jendela besar yang menghadap kota metropolitan.

Suryan Arka berdiri di depan jendela, tangan di belakang punggung. Saat mereka masuk, dia berbalik. Wajahnya tenang, tapi aura kekuasaan yang memancar darinya terasa nyata.

“Prakarsa,” sapanya langsung, tanpa basa-basi. “Dan tim terbaik Viresta. Duduklah.”

Mereka duduk di kursi-kursi kulit di depan meja Presiden. Suryan tidak langsung bicara. Dia memandang mereka satu per satu, seolah menimbang nilai setiap orang.

“Pertempuran Buzzer kemarin... kalian menang telak,” kata Suryan. “Varendra sudah goyah. Tapi aku tidak mau hanya membuat mereka goyah. Aku ingin mereka ambruk.”

Dia menekan tombol di meja. Layar transparan muncul, menampilkan data intelijen yang sudah dikumpulkan. Bukti korupsi pejabat tinggi Varendra, transfer dana pertahanan yang mengalir ke rekening pribadi, skandal penjualan senjata ilegal dan dokumen yang membuktikan pengabaian sistematis terhadap wilayah pinggiran seperti Bastiron.

“Aku ingin kalian mainkan Kartu AS kita,” lanjut Suryan. Suaranya rendah namun penuh tekad. “Gunakan seluruh media, baik di Sundara maupun yang bisa kita jangkau di Varendra. Sebarkan semuanya. Buat framing besar. Bukan sekadar rumor atau deepfake. Buat ini menjadi kebenaran yang tak terbantahkan di mata rakyat Varendra.”

Lihat selengkapnya